Gran Fondo
Kapolsek Ilir Barat I Kompol Masnoni saat mengintrogasi Muhammad Jagad pelaku pembunuh Waria

Pembunuh Waria di Rusun Ditangkap, Pelakunya Ternyata TTM Korban

Palembang, Detik Sumsel — Polsek Ilir Barat I berhasil meringkus Muhammad Jagad (30) tersangka pembunuhan seorang waria Ismail Efendi (36) alias Ita yang mayatnya ditemukan tewas di dalam salon miliknya di Jalan Tuah Patinaya, Rusun Blok 12 lantai I, Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I pada Sabtu 16 Februari 2019 lalu.

Jagad ditangkap di Provinsi Bengkulu setelah Polsek Ilir Barat I berkoordinasi dengan Polda Bengkulu beberapa hari lalu.

Terungkap motif tersangka nekat menghabisi nyawa Ita dilatar belakangi kesal dan jenggel kepada korban lantaran korban sering marah dengan mencaci dan mengatai tersangka dengan kata kata kasar.

“Dia sering marah sama saya dengan kata kata kasar dengan kata anjing, babi kepada saya itulah yang membuat saya kesal dan emosi,”kata tersangka Jagad saat dihadirkan dalam pres rilis di Mapolsek Ilir Barat I Sabtu (25/5).

Setelah itu, lanjut pria beranak satu ini sebelum korban dibunuh ia sempat meminta uang dengan korban untuk ongkos pulang ke Curup karena ingin menemui istrinya namun korban tidak memberinya justru korban marah.

Baca Juga :   Heri Gondrong Raih Penghargaan 'Influencer Good Content Against Covid-19' 

“Di situlah saya jadi emosi mana bawak an sabu lalu saya bunuh dengan menggorok leher korban dua kali dengan pisau dapur. Korban sempat menjerit minta tolong lalu saya pukul kepala nya dengan batu bata yang ada didapur setelah itu dia tidak ada suara lagi langsung lari,”bebernya.

Diakui tersangka bahwa antara dirinya dan korban sudah lama kenal saat pelaku masih duduk di SMA. Korban sebagai waria memang menaruh hati terhadap pelaku. Bahkan korban pernah “memakai” pelaku dengan cara menghisap kemaluan pelaku dengan imbalan uang sebesar lima puluh ribu untuk sekali hisap.

“Saya sudah lama kenal dengan korban, kasarnya saya pernah menjual diri sama dia. Tapi cuma lima puluh ribu dikasih nya setiap kali dia “ngulum” itu saya,”jelasnya.

Selama pelarian, pelaku sempat lari ke pulau Jawa tepatnya di kota Tangerang, lalu pulang ke Curup karena kangen istri dan anak dan akhirnya ditangkap polisi Polda Bengkulu dalam kasus Curanmor.

Baca Juga :   Besok Gelar Latihan Perdana, Ini Nama-Nama Pemain Sriwijaya FC

“Saya ditangkap polisi Polda Bengkulu, mencuri motor karena diajak sepupu teman saya,”tambahnya.

Kapolsek Ilir Barat I Palembang Kompol Masnoni mengatakan pelaku pembunuhan waria Ismail ditangkap di Bengkulu setelah bekerja sama dengan Polda Bengkulu. Pelaku di Bengkulu terlibat aksi Curanmor di kota Bengkulu.

“Antara pelaku dan korban ada hubungan teman tapi mesra. Pelaku nekat membunuh korban karena emosi kepada korban yang sering marah sama pelaku dengan kata kata kasar,”ujarnya.

Dikatakan, Masnoni pelaku juga sempat meminta untuk kepada korban tapi dikasih, sehingga membuat pelaku menjadi emosi sehingga pelaku nekat melakukan pembunuhan terhadap korban.

“Korban dibunuh dengan digorok leher nya sebanyak dua kali dengan menggunakan pisau dapur, setelah itu kepala korban dipukul dengan batu bata setelah korban tewas pelaku juga diduga mengambil uang milik korban yang dapat bantuan dari pemerintah untuk organisasi waria,”pungkasnya.(oji)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Fauzi

Avatar

Check Also

Pelaku Spesialis Jambret Handphone Anak – anak yang Viral di Instagram Diringkus

Palembang, Detik Sumsel — Anggota Unit IV Subdit III Jatanras Polda Sumsel meringkus dua pelaku …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *