Pemerintah Sumatera Selatan
ACT GLOBAL QURBAN
Beranda Kriminal Pembunuh Sofyan Dituntut Mati Jaksa Purnama

Pembunuh Sofyan Dituntut Mati Jaksa Purnama

Tanggal : Pukul :
644
0
Caption : Terdakwa Acuandra dan Riduan yang dituntut mati oleh JPU Purnama Sofyan SH.
Caption : Terdakwa Acuandra dan Riduan yang dituntut mati oleh JPU Purnama Sofyan SH.

Palembang, Detik Sumsel, – Dua terdakwa kasus pembunuhan yang menghabisi nyawa supir GrabCar, Sofyan (43) yang mayatnya ditemukan dalam kondisi tinggal tulang belulang di Kecamatan Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, Sumsel, Selasa (2/4) kemarin di tuntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri (PN) Klas 1 A Palembang.

Dalam tuntutannya JPU Purnama Sofyan SH menyebutkan sesuai fakta yang ada di persidangan, terdakwa Acuandra alias Acun Bin Abu Halim dan terdakwa Riduan alias Ridi Bin Hapni terbukti dengan sengaja dan dengan rencana lebih dahulu melakukan pembunuhan terhadap korban Sofyan yang merupakan supir taksi online pada 29 Oktober 2018 .

“Dengan diperolehnya fakta-fakta tersebut maka unsur turut serta melakukan, dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain telah terpenuhi,” ujarnya.

Adapun hal-hal yang memberatkan terdakwa, ungkap JPU, perbuatan terdakwa sudah sangat meresahkan masyarakat dan membuat luka serta penderitaan yang dalam bagi keluarga korban karena kehilangan sosok tulang punggung keluarga yang harus menafkahi 1 orang istri dan 4 orang anak yang masih kecil.

Selain itu, terang JPU, dalam perkara ini juga tidak ada perdamaian dari terdakwa kepada keluarga korban dan perbuatan terdakwa ini merupakan perbuatan amoral, sangat kejam dan tidak berkemanusiaan.

“Untuk hal-hal yang meringankan terdakwa, tidak ada hal yang meringankan,” ujar JPU dalam tuntutannya, sebagaimana pasal 340 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana tentang  tindak pidana pembunuhan berencana untuk itu JPU meminta kepada Majelis Hakim menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa dengan pidana Mati dan memerintah kepada para terdakwa tetap dalam tahanan.

Sementara itu Abu Hanifah SH MH, Ketua Majelis Hakim yang mengadili dan memutuskan perkara tersebut memberikan kesempatan kepada kedua terdakwa melalui Kuasa Hukumnya untuk melakukan Pledoi (pembelaan-red) pekan depan.

“ Silahkan anda menyampaikan pembelaan melalui Kuasa Hukum anda secara tertulis, Untuk itu sidang ditunda dan akan kembali dilanjutkan pada Selasa pekan depan(9/4),” tutup Ketua Majelis Hakim.(Vot)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here