Detik
Kepala BPKAD OKU. Hanafi.

Pembangunan RSUD Ibnu Sutowo Dibebankan ke APBD OKU

# Pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur Dibatalkan

Baturaja, Detik Sumsel — Kerjasama pembangunan tahap pertama rumah sakit Ibnu Sutowo Baturaja yang akan dibiayai melalui dana pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar hampir Rp 58 miliar akhirnya dibatalkan oleh Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) OKU H M Hanafi saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Selasa (2/7).

Dikatakan Hanafi, untuk membangun kembali RSUD Ibnu Sutowo Pemkab OKU akan menggunakan APBD 2020. Namun Hanafi mengatakan pihaknya masih menunggu Unit Layanan Pengadaan (ULP) yang belum memberikan laporan kepada BPKAD dan Bupati, apakah itu dilanjutkan atau tidak.

“Seharusnya bulan Juni kemarin sudah final proses tandernya namun hingga sekarang belum ada laporan, itu yang masih kita tunggu” kata Hanafi

Hanafi juga menilai jika Pemkab tidak akan meminjam uang kepada PT SMI, karena mengingat sistem pinjaman kepada PT SMI yakni peminjaman jangka menengah, atau pinjaman dengan waktu 4 tahun dan pinjaman harus sesuai dengan jabatan Bupati. Sedangkan Bupati OKU masa jabatannya tinggal satu tahun setengah lagi.

Baca Juga :   Pemkab OI Dukung Penuh Pembangunan Tol Simpang Indralaya-Prabumulih

“Masa jabatan Bupati tidak sesuai dengan perjanjian PT SMI, karena sesuai peraturan SMI pinjaman jangka menengah sesuai dengan jabatan bupati karena pinjaman menengah waktunya hanya 4 tahun,” kata Hanafi

Selain masa jabatan Bupati yang menjadi faktor batalnya Pemkab meminjam uang kepada PT SMI, banyak peraturan pemerintah yang berubah. “Padahal semua syarat sudah dilengkapi, saat akan pelaksanaan peraturan berubah yang pada waktu itu masih menggunakan Perpres 54  mengenai barang dan jasa diganti menjadi Perpres 16 tahun 2018,” lanjut Hanafi

Makanya mau tidak-mau Pemkab OKU akan menggelontorkan dana dari APBD untuk pembangunan tahap awal RSUD Ibnu Sutowo. “Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang dibuat BAPEDA sudah masuk tinggal Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Palfon Anggaran Sementara (KUAPPAS) yang belum,” ungkapnya.

Lantas bagaimana dengan sudah dibongkarnya RSUD hampir satu tahun tersebut dan apakah akan menyalahi aturan. Hanafi menegaskan bahwa pemerintah daerah sudah melihat resiko itu, jika rumah sakit dibongkar akan ada pengurangan pelayanan dan income untuk Pemkab OKU.

Baca Juga :   Musorprovlub KONI Sumsel Digelar Usai Lebaran

“Makanya pembanguan RSUD menjadi prioritas utama Pemkab OKU saat ini. Jadi intinya, Pemkab OKU akan membangun rumah sakit dengan dana APBD dan juga tambahan dari BLUD RSUD Baturaja,”pungkasnya

Sementara itu Kepala ULP Karel Akbar menegaskan jika permasalahan pembangunan RSUD dengan PT SMI sudah dibahas dengan Bupati. Dan memastikan jika Pemkab OKU batal meminjam kepada PT SMI karena beberapa hal yakni, masa jabatan Bupati dan peraturan yang berlaku.

“Ada dua perusahaan yang mengikuti proses tander saat diseleksi beberapa waktu lalu. Namun ternyata tidak memenuhi syarat salah satunya laporan keuangan serta tenaga kerjanya kurang,” kata Karel

“Untuk itu, jika proses pengajuan pembangunan RSUD Ibnu Sutowo disepakati oleh DPRD OKU, maka pihaknya akan membuka tender pada akhir Desember 2019 ini,”pungkasnya (fei)

 

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Feriandi

Avatar

Check Also

Iwan Fals Nekat Curi Motor di Pagaralam

Pagaralam, Detik Sumsel- Entah apa yang ada dibenak Iwan Fals Ramadhan remaja yang masih berusia …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *