KPU Sumatera Selatan

Pembangunan Hijau Berkelanjutan di Muba, Menuai Pujian Internasional

0
210
Director Word Economic Forum (WEF), Dominic Waughray, saat mewawancarai Bupati Muba Dodi Reza Alex, di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Rabu (10/10).

Sekayu, Detik Sumsel – Komitmen pembangunan hijau yang berkelanjutan atau sustainable di Kabupaten Muba, ternyata menjadi sorotan dunia internasional, yaitu dari forum ekonomi dunia yakni World Economic Forum (WEF).

“Gaung komitmen pembangunan hijau berkelanjutan di Muba ini sudah terdengar di level dunia, kami tertarik untuk mengetahui lebih dalam upaya-upaya yang sudah dilakukan oleh Pemkab Muba,” ujar Director WEF, Dominic Waughray, saat mewawancarai Bupati Muba Dodi Reza Alex, di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Rabu (10/10).

Dikatakan Dominic, bahwa pihaknya juga ingin mengetahui tantangan ke depan yang akan dihadapi Pemkab Muba bersama petani di Muba dalam upaya mempertahankan pembangunan hijau berkelanjutan.

“Kami kagum dan takjub dengan Muba ini, tentunya dalam upaya yang sudah dilakukan untuk mewujudkan pembangunan hijau yang berkelanjutan,” urainya.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, Bupati Muba, memaparkan upaya-upaya yang sudah dilakukan dalam mewujudkan pembangunan hijau berkelanjutan dan tantangan-tantangan yang dihadapi serta solusi yang akan dijalankan dengan program program yang menguntungkan baik bagi Pemkab dan masyarakat Muba

“Seperti kita tahu bahwa sektor pertanian maupun perkebunan, merupakan komoditas terpenting di Kabupaten Muba. Sehingga membutuhkan dukungan, khususnya akses pendanaan untuk mengelola komoditas yang ingin mereka kembangkan,” jelasnya kepada Direktur WEF

Selain itu, Pemkab Muba melalui dinas terkait berupaya mengubah pola pikir petani sawit, untuk melaksanakan program yang dikehendaki pasar dunia. Selain itu Dodi juga menyebutkan bahwa
proyek dan kemitraan adalah suatu hal yang saling berhubungan, bahwa proyek dapat berjalan dengan lancar dan sukses jika didukung dengan kemitraan yang kuat.

“Proyek dan kemitraan adalah hal yang sangat diperlukan, khususnya dalam mencapai visi pembangunan berkelanjutan. Keselarasan adalah kuncinya agar terhindar dari ketimpangan kepentingan,” jelas Dodi.

Kemudian, pendekatan Yurisdiksi merupan jenis pendekatan yang mengintegrasikan berbagai aksi dan kolaborasi multipihak dengan memaksimalkan sumber daya yang ada untuk mendapatkan dampak kolektif yang maksimal. Hal tersebut sangat berguna bagi masyarakat. Karena pendekatan ini sangat efektif untuk memperkuat komunikasI. Sehingga tidak ada tumpang tindih kebijakan dan terintegrasinya sistem pemerintahan.

“Dampak positifnya adalah masyarakat sebagai konstituen dapat merasakan implementasi pendekatan tersebut baik dari segi aspek ekonomi, sosial, hingga lingkungan. Selain itu tata kelola perkebunan yg dilaksanakan oleh petani swadaya, juga akan memperkuat komitmen semua pihak terkhusus pemerintah dalam melacak suplai kelapa sawit atau VSA (verifikation soursing area) darinl komiditinitu sendiri,” pungkasnya. (edy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here