Iklan
Pemprov
Hal ini disampaikan Ardani usai pelantikan enam pejabat tinggi Pratama setingkat Eselon II dan 13 pejabat registrator setingkat Eselon III.

Pelayanan Puskesmas Buruk, Kadinkes OI Dicopot

Indralaya, Detik Sumsel- Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar melalui Wakil Bupati Ardani mengaku menerima laporan dari masyarakat mengenai buruknya pelayanan Puskesmas di Ogan Ilir.

Hal ini disampaikan Ardani usai pelantikan enam pejabat tinggi Pratama setingkat Eselon II dan 13 pejabat registrator setingkat Eselon III.

“Pak Bupati mendapat laporan bahwa pelayanan Puskesmas kita masih jauh,” kata Ardani kepada wartawan di Tanjung Senai, Indralaya, Selasa (18/5) petang kemarin.

Pelayanan Puskesmas yang belum maksimal, disebut Ardani karena keterbatasan jumlah SDM dokter.

“Ada orang mau berobat hari Selasa, disuruh datang lagi hari Kamis karena dokternya tidak ada. Bagaimana ini,” ujar Ardani.

Selain itu juga dirinya memberi catatan khusus kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Ogan Ilir agar segera membenahi ini. Pergantian Kepala Dinkes dari Nur Harlinah ke Hendra Kudeta diharapkan dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

Terutama soal Puskesmas karena menyangkut kepentingan warga yang memerlukan pelayanan kesehatan secara prima.

Baca Juga :   Pemkab OKI Fasilitasi Pemeriksaan Bakal Cakades

“Jadi ke depan, kepada Kepala Dinkes yang baru, ini pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Khusus Dinkes, Pak Bupati minta benahi Puskesmas karena dinilai pelayanannya masih jauh,” ucapnya.

Plt Kepala Dinkes Ogan Ilir yang baru dilantik, Hendra Kudeta mengatakan, langkah awal yang akan dilakukannya dalam membenahi pelayanan Puskesmas yakni dengan menginventarisasi jumlah dokter Puskesmas.

“SDM dokter ini akan kita inventarisasi terlebih dahulu dan kita akan tempatkan di Puskesmas yang kekurangan dokter,” kata Herman.

Selain pergantian Kepala Dinkes, Bupati Ogan Ilir juga mengganti lima pejabat tinggi Pratama setingkat Eselon II lainnya. Kelimanya yakni Kepala Dinas Sosial, Irawan Sulaiman ditugaskan ke Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Hasnandar Setiawan ditugaskan Sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan. Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Yohanas ditunjuk sebagai Kepala Diskominfo.

Baca Juga :   Di Lahat 2018 Perkara Narkotika Mendominasi, Tapi Tak Satu pun Bandar Besar Ditangkap

Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Edy Demang Jaya ditunjuk menjadi Kepala Disnakertrans. Dan Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Siska Susanti menjadi Kepala Dispora dan Pariwisata. Serta 13 pejabat administrator di lingkungan Pemkab Ogan Ilir juga diganti.

Wakil Bupati Ogan Ilir, Ardani mengatakan, pergantian posisi dan jabatan merupakan hal biasa sebagai bentuk penyegaran dan untuk meningkatkan kemampuan aparatur sipil negara atau ASN.

“Jabatan ini merupakan amanah dan bisa berubah setiap saat. Setiap tiga bulan sekali, kinerja akan dievaluasi,” kata Ardani.

Ia juga meminta para pejabat yang dilantik untuk berinovasi dalam menjalani tugas.

“Jabatan ini tanggung jawab kepada pimpinan, masyarakat dan tentunya Tuhan Yang Mahakuasa. Jangan mengerjakan hal yang rutinitas saja. Pak Bupati ingin kita berinovasi membangun daerah baik dari segi fisik maupun nonfisik,” pungkasnya. (AL)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Polda Sumsel Siap Sukseskan Program Presiden Satu Juta Vaksin Perhari

Palembang, Detik Sumsel — Guna menyukseskan program Presiden satu juta vaksin perhari se Indonesia. Polda …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *