Jajaran Redaksi Media Online DetikSumsel.com mengucapkan Turut Berduka Cita
Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel
Sebanyak 15.000 santri se-Kota Palembang melaksanakan kirab dengan berjalan kaki dari Halaman DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Sabtu (20/10). Kegiatan yang dilakukan dengan tema memperingati Hari Santri Nasional kali ini mengusung tema Damailah Negeri. Rute yang ditempuh yakni dari kantor DPRD Sumsel, Jalan Kapten A Rivai, Simpang Kedaung, Radial, dan kembali lagi ke halaman kantor DPRD Provinsi Sumsel. (Foto: Tohir/Detik Sumsel)

Pawai Obor Santri dan Gus Azmi Meriahkan Puncak HSN di Sumsel

Palembang, Detik Sumsel– Puncak peringatan hari santri nasional (HSN) di Sumatera Selatan (Sumsel) bakal dipusatkan di Griya Agung, 31 Oktober nanti. Kegiatan yang diprakarsai oleh PWNU Sumsel ini dikonsep dengan Salawatan bersama Gus Azmi beserta Syubanul Muslimin Group.

“Kita akan hadirkan Gus Azmi mengisi shalawat, sudah fix kegiatan puncak di Griya Agung,” kata ketua pelaksana H. Deni Priansyah, M.Pd.I kepada wartawan, Rabu (24/10).

Dikatakan Deni, puncak hari santri ini bakal dihadiri oleh sedikitnya 15.000 santri dari pondok pesantren Sumatera Selatan. Sebelum menggelar shalawatan santri terlebih dahulu melakukan kirab jalan kaki dari DPRD Sumsel menuju Griya Agung dengan Obor.

Baca Juga :   30 Ribu KPM di OI Bakal Terima BPNT

“Dalam acara nanti juga ada penampilan kreasi santri dari beberapa Ponpes di kota Palembang, selain menghadirkan Gus Azmi, ketum PBNU Prof KH Said Aqil Siraj juga hadir memberikan tausiah dan orasi kebangsaan santri,” kata Deni.

Diketahui, hari HSN jatuh tanggal 22 Oktober berdasarkan  Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015. Hari santri menjadi bukti pengakuan negara atas jasa para ulama dan santri dalam perjuangan merebut, mengawal, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan.

“Kiprah santri teruji dalam mengokohkan pilar-pilar NKRI berdasarkan Pancasila yang bersendikan Bhinneka Tunggal Ika. Santri berdiri di garda depan membentengi NKRI dari berbagai ancaman,” kata ketua PWNU Sumsel Ust Heri Chandra S.Kom.

Baca Juga :   Ratusan Crosser Tampil Kejuaraan Motorcross Championship 2019

Menurutnya, momentum Hari Santri hari ini perlu ditransformasikan menjadi gerakan penguatan paham kebangsaan yang bersintesis dengan keagamaan. Spirit “nasionalisme bagian dari iman” perlu terus digelorakan di tengah arus ideologi fundamentalisme agama yang mempertentangkan Islam dan nasionalisme. Islam dan ajarannya tidak bisa dilaksanakan tanpa tanah air. Mencintai agama mustahil tanpa berpijak di atas tanah air, karena itu Islam harus bersanding dengan paham kebangsaan.

“Untuk itulah kita di Sumsel merasa perlu untuk memperingati puncak HSN ini yang sebelumnya juga sudah digelar dibeberapa kabuapten/kota,” pungkasnya. (Buy)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC
Lakukan Penukaran Uang

About Red

Avatar

Check Also

Melihat Kemegahan Masjid Abdul Kadim Desa Epil Muba

Impor Marmer dari Italia Hingga Miliki Duplikat Broken Chair Jenewa Sekayu, Detik Sumsel- Berdiri megah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jajaran Redaksi Media Online DetikSumsel.com mengucapkan Sumpah Pemuda