Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Ekonomi Pasca Penerapan Pajak 10 Persen, Pengiriman Pempek Turun 1 Ton Perhari

Pasca Penerapan Pajak 10 Persen, Pengiriman Pempek Turun 1 Ton Perhari

Tanggal : Pukul :
2462
0
Suasana pelayanan di kantor JNE. (Maya/Detiksumsel.com)

Palembang, Detik Sumsel – Kebijakan pemerintah kota Palembang yang menerapkan pajak pempek sebesar sebesar 10 persen memberikan pengaruh terhadap pengiriman pempek melalui Jalur Nugraha ekakurir (JNE).

Branch Manager PT. Jalur Nugraha Elakurir , Muhammad Daud menjelaskan, penerapan pajak pempek ini sangat berpegaruh terhadap penjualan pempek. Biasanya rata – rata pengiriman pempek perhari mencapai 2 ton perhari, sekarang tidak sampai 1 ton pempek perhari.

“Sebelum ada penerapan pajak pempek saja, pengiriman pempek sudah mengalami penurunan karena adanya penerapan baqasi berbayar, apalagi dengan adanya kebijakan ini, dikhawatirkan akan menambah keterpurukan pengirima  pempek,”katanya, Kamis (18/07).

Ia menambahkan, sebelumnya pempek menjadi salah satu makanan pavorit yang banyak diminati konsumen selain bingka ambon, dan rendang padang dan  makanan khas daerah lainya melalui paket oleh – oleh Nusantara.

Tapi saat ini dalam sehari tidak sampai 10 kilogram paket pempek yang dikirim melalui JNE.

“Kami meminta pemerintah untuk bisa memikirkan pelaku usaha kecil rumahan. Karena dengan pajak 10 persen membuat pelanggan pempek mengalami penurunan, biasanya orang tenteng pempek untuk dibawa sebagai oleh – oleh sekarang tidak,”harapanya.

Ia menambahkan, pihaknya cukup khawatir dengan  adanya penerapan wajib bayar pajak bagi pelaku usaha pempek ini. Karena akan semakin memperparah menurunya minat konsumen oleh-oleh nusantara yanh merupaka  salah satu produk unggulan dari JNE (May).

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here