Pasang Iklan Detik Sumsel
Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Palembang Pariswisata Tidak Boleh Lepas dari Nilai Etika dan Moral

Pariswisata Tidak Boleh Lepas dari Nilai Etika dan Moral

Tanggal : Pukul :
231
0

Palembang, Detik Sumsel – Pemerhati Politik Sosial Bagindo Togar menilai pariwisata di Palembang bisa mengekplorasi terhdapa nilai-nilai pariwisata “Berharap Pemerintah dapat lebih mengeksplorasi dan menambah value(nilai, red) pariwisata yang ada di Kota Palembang, terutama pengembangan kawasan Sungai Musi yang telah menjadi icon Kota Palembang,” ucap Gindo saat berdiskusi pada Talkshow Dwi Mingguan Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Bagian Selatan (Badko HMI Sumbagsel) dengan tema “Palembang Darussalam VS Wisata Malam Palembang” di Lord Cafe Kampus Palembang, Selasa (02/04) malam.

Selain Bagindo Togar Diskusi HMI ini juga dihadiri pembicara lainnya Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Drs Supriadi MM, Sekjen FPI Sumsel Habib Muhammad Syahab, Kepala Dinas Pariwisata Palembang Isnaini Madani.

Semetara itu, Sekretaris Front Pembela Islan (FPI) Sumsel Habib Mahdi Muhammad mengatakan intinya dirinya mengambil kesimpulan Palembang Darusalam sudah jelas memiliki makna termuat di dalamnya Darusalam tempat aman, nyaman, mendatangi kebaikan, aman dari berbagai hal yang buruk, termasuk aman dari sisi moral dan akhlak yang tidak dirusak.

“Oleh karena itu, wisata adalah suatu hal yang harus di dukung semaksimal mungkin dengan daya upaya kita mengerahkan segala daya kemampuan dan kekuatan untuk meningkatkan pariwisata namun tentu bahwa syarat pariwisata harus bebas dari hal negatif, termasuk prostitusi, minuman keras apalagi narkoba, sehingga pariwisata yang di inginkan dikota palembang harus di dukung oleh semua pihak, baik Pemerintah, DPRD, Polisi dan Sat Pol PP yang bertanggung jawab untuk menegakan aturan, juga menuntut peran serta masyarakat dna tokoh-tokohnya agar mengawal semua kebijakan-kebijakan agar tidak keluar aturan dan jalur yang sudah kita sepakati bersama,” paparnya.

Lbih lanjut, dirinya berharap kedepan penataan pariwisata akan terus dilakukan dan ditingkatkan, FBI mengharapkan bahwa meningkatnya pariwisata palembang harus juga di imbangi dengan menjaga nilai lokalizm, ” kebudayaan Palembang itu sendiri, jangan sampai kemajuan pariwisata mengerus berbagai peninggalan, berbagai nila’i etika dan moral juga berbagai hal-hal positif liainya ditengah kehidupan kita di kota palembang.” katanya.

Dikatakan Habib Mahdi, FBI memberikan apresisasi kepada Walikota yang telah menghidupkan program subuh berjemaah dan program gotong royong,
“kita Apresiasi, kita mendukung kepada pemerintah untuk menertibkan berbagai macam pelanggaran yang dilakukan oleh pemilik tempat hiburan ydang tidak sesuai peruntukannya, seperti misalnya Kafe tempat minum kopi, tempat orang duduk nongkrong, berubah fungsi menjadi tempat prostitusi atau tempat minuman keras. kami berharap di buat sistem regulasi yang jelas lugas tegas setiap pelanggaran yang dilakukan,” jelasnya
Ketua Umum Badko HMI Sumbagsel, Bambang Irawan mengatakan bahwa kegiatan ini rangkaian pertama dari kegiatan Talkshow Badko HMI, akan ada kelanjutannya akan digelar di Provinsi Lampung. Dan kegiatan Talkshow ini. “Ini bentuk komitmen kami Badko HMI Sumbagsel untuk terus mengawal pembangunan serta isu-isu strategis yang ada di Indonesia, terkhusus wilayah Sumbagsel tak terkecuali di Kota Palembang,” ujar Bambang Irawan . (Fir)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here