Iklan

Detik
Pemprov

Panca-Ardani Berpotensi Unggul Besar di Pilkada Ogan Ilir

Palembang, Detik Sumsel- Peluang pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Panca Wijaya Akbar-Ardani (PANCA-ARDANI) untuk memenangkan pilkada Kabupaten Ogan Ilir 9 Desember 2020 semakin jelas terlihat. Paslon yang memakai jargon Ogan Ilir Bangit sangat berpotensi besar menang dan unggul dari paslon Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak (Ilyas-Endang) . Hal ini terungkap dalam release temuan survei Lembaga Kajian Publik Independen (LKPI) dalam tajuk Menakar Kekuatan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Ogan Ilir di Hotel Santika Palembang, Senin (30/11).

Temuan survei terakhir didapatkan, pada pertanyaan terbuka (top of mind), elektabilitas Panca-Ardani ( 53 %) dan Ilyas-Endang (25,6 %) serta massa yang belum menentukan pilihan ( 21,4 %). Uji simulasi pada pertanyaan tertutup dengan menyebutkan dua nama paslon bupati dan wakil bupati masih menempatkan Panca-Ardani unggul dengan elektabilitas 61,7 % dan Ilyas-Endang 31,1 % serta massa yang belum menentukan pilihan 7,2 %. Uji simulasi dengan menggunakan spesimen kertas surat suara juga terlihat konsistensi elektabilitas Panca-Ardani unggul dari Ilyas-Endang dengan posisi Panca-Ardani (61,8 %) dan Ilyas-Endang (31,8 %) serta massa yang belum menentukan pilihan (6,4 %),” ungkap Direktur Eksekutif LKPI, Arianto dengan lantang.

Lebih lanjut lembaga yang tergabung dalam Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (PERSEPI) ini mengatakan, kuatnya tarikan elektoral Panca-Ardani salah satunya disebabkan tingkat kedikenalan (popularitas) dan kesukaan (akseptabilitas) dua paslon ini lebih baik dari Ilyas-Endang. Secara perorangan, Panca Wijaya Akbar memiliki populatitas (96,8 %) dan akseptabilitas (95,9 %), Ilyas Panji Alam popularitasnya (98,3 %) dan akseptabilitas (91 %). Endang PU Ishak popularitasnya (76,7 %) dan akseptabilitas (81,9 %) dan Ardani dengan popularitas (76,2 %) dan akseptabilitas (84,7 %).

Baca Juga :   Keterlibatan Kemenko Kemaritiman dalam Penetapan Tarif Penyeberangan Dinilai Keliru

Popularitas dan akseptabilitas yang baik lanjut mantan kordinator Lembaga Survei Indonesia (LSI) ini merupakan modal awal bagi paslon untuk meraih elektabilitas yang tinggi. Panca Wijaya Akbar tergambar dari temuan survei memiliki sentimen yang lebih positif dari segi popularitas dan akseptabilitas dibandingkan Ilyas Panji Alam dan Endang PU Ishak. Disamping itu, masyarakat Kabupaten Ogan Ilir menjatuhkan pilihannya kepada Panca-Ardani beralasan bahwa paslon Panca-Ardani diyakini bisa membawa perubahan yang lebih baik kedepan terhadap Kabupaten Ogan Ilir dan Putra Mawardi Yahya serta kesamaan partai yang dipilih masyarakat dengan paslon yang diusung.

“Keunggulan Panca Wijaya Akbar dari segi kedikenalan dan kedisukaan di masyarakat sangat positifdan angkanya lebih baik dari Ilyas Panji Alam yang merupakan calon bupati. Artinya, secara statistik ada keunggulan tingkat kesukaan di masyarakat yang lebih baik pada diri Panca Wijaya Akbar. Ini modal besar untuk meraih elektabilitas yang tinggi. Tak hanya itu, pergerakan Tim Sukses/Tim Pendukung/Relawan paslon Panca-Ardani sangat luar biasa yakni mencapai 70,3 %,” terang pria yang biasa disapa dengan nama Iyan ini dengan lantang.

Baca Juga :   HD : Saya Merasa Bangga Ada Orang Sumsel Berkarir di Kancah Nasional

Tingginya elektabilitas Panca-Ardani yang sudah tembus diatas 50 % ini lanjut mantan auditor survei konvensi capres Parta Demokrat ini akan sulit dikejar paslon Ilyas-Endang. Hal ini disebabkan jarak (inteval ) elektabilitas yang sudah berada di angka 30 %. Selain itu, waktu yang tersisa sudah semakin dekat pemilihan digelar, hanya bersisa sembilan hari. Dengan arak elektabilitas yang dapat dikatagorikan secara statistik unggul signifikan tersebut,maka paslon Panca-Ardani berpotensi besar keluar sebagai pemenang pada pesta demokrasi yang akan dilangsungkan 9 Desember 2020.

Survei yang dilakukan dengan melibatkan 840 responden yang tersebar di seluruh kabupaten Ogan Ilir dengan marjin of error +/-3, 5 % dengan selang kepercayaan 95 %. Metode penelitian dengan menggunakan multistage random sampling dan peneliti lapangan semuanya berstatus mahasiswa. (rill)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

About Raam

Raam

Check Also

Antusias Masyarakat Palembang Belajar Seni Melipat Tanjak dan Cara Pembuatan Gandik

Palembang, Detik Sumsel — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel bekerjasama dengan Kerukunan Keluarga Palembang (KKP) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *