Detik
Pemprov
Kapolsek Ilir Barat II Kompol M Ikhsan saat menghadirkan tersangka penodongan

Paman dan Keponakan Todong Orang Asing yang Masuk Wilayahnya

Palembang, Detik Sumsel —  Iqbal (22) dan Apriadi (19) yang masih paman dan keponakan ini warga Jalan Pangeran Sido Ing Lautan Lorong Kedukan Bukit I Kelurahan 35 Ilir Kecamatan Ilir Barat II akhirnya sama sama harus mendekam di balik jeruji besi Polsek Ilir Barat II.

Keduanya ditangkap dalam kasus penodongan pada Rabu 10 Februari 2021 terhadap korban Padli Askod yang sedang mengantar teman perempuannya di Lorong Kedukan Bukit I Kelurahan 35 Ilir Kecamatan Ilir Barat II tidak jauh dari rumah pelaku.

Saat itu korban melintas dengan sepeda motornya lalu dihadang oleh Apri, Iqbal dan Edo (DPO). Pelaku Apri dan Edo menggunakan kayu, sedangkan Iqbal menggunakan senjata tajam jenis pisau. Setelah korban distop pelaku Iqbal langsung geledah kantong korban dan mengambil HP  dan uang lima ratus ribu.

Baca Juga :   Resmi Beroperasi, Masyarakat Palembang Akhirnya Miliki Pasar Ikan Modern

Kapolsek Ilir Barat II Palembang Kompol M Ikhsan mengatakan pelaku penodongan berjumlah tiga orang yang korban sedang melintas didekat rumah pelaku. Dua sudah berhasil ditangkap keduanya merupakan paman dan keponakan satunya masih DPO. Kedua pelaku yang ditangkap merupakan resedivis dalam kasus yang sama.

“Keduanya kami tangkap dikediamannya kemarin, 24 Februari 2021. Pelaku melakukan aksi penodongan yang korban nya sedang melintas di Lorong rumah pelaku,”katanya.

Dikatakan Ikhsan ada 6 laporan kepolisian yang melibatkan pelaku.  Para pelaku beraksi setiap malam mulai pukul 7 malam rata rata mereka memilih mangsa seorang perempuan. Dalam menjalankan aksi penodongan pelaku sering beraksi di wilayah Kelurahan 35 Ilir (Lorong Kedukan 1,2 dan Bunga Tanjung).

Baca Juga :   Silpa APBD TA 2020 Sumsel Capai Rp 40,4 Miliar

“Aksi mereka ini sering berpindah pindah. Saat beraksi bila kadang berdueu dan kadang bertiga dengan pelaku (EN) yang saat ini masih dalam pengejaran,”tuturnya.

Dari tangan pelaku polisi mengamankan barang bukti sajam, senjata korek api handphone milik korban.

Sementara itu pelaku, Apriadi mengatakan bahwa senpi tersebut baru dia dapatkan dari temannya.

“Itu baru aku dapet senpinyo. Senpi korek. Dan kami sehari dapet bisa 400-500 ribu rupiah,”kata pelaku.

Atas tindakkan tersebut pelaku terjerat pasal 365 dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.(oji)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

About Fauzi

Avatar

Check Also

Resmi, Golkar Sumsel Usung DRA Sebagai Calon Gubernur Sumsel

Palembang, Detik Sumsel – Dodi Reza Alex (DRA) resmi diusung oleh Partai Golkar untuk bertarung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *