Tolak Pembangunan Jalan Penghubung Jembatan Pandan

- Selasa, 29 Maret 2022 | 12:23 WIB
pembanguan Jembatan Pandan penghubung antara Muara Enim harus memperhatikan lahan warga yang akan gusur.
pembanguan Jembatan Pandan penghubung antara Muara Enim harus memperhatikan lahan warga yang akan gusur.

PALI, Detik Sumsel- Sejumlah warga Desa Pandan Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengingatkan pembanguan Jembatan Pandan penghubung antara Muara Enim harus memperhatikan lahan warga yang akan gusur.

Joni Charter menegaskan lahan miliknya dan saudaranya mengaku tanaman dan tubuhnya dipastikan terkena pembangun jalan penghubung jembatan itu.

"Ada tanaman kelapa, kayu Jabon, nangka dan lainnya terkena jalan penghubung jalan antar kabupaten melintas jembatan itu," kata Jon sapaan akrabnya, Selasa (29/3/2022).

Jon berharap, jika memang ada aturan berbentuk Peraturan Gubernur (Pergub) dan aturan lainnya, untuk pembebasan lahan ganti tanam tumbuh agar di realisasikan untuk diberikan kepada masyarakat.

"Kami tidak mengancam cuma kami meminta hak apabila ada tanam tumbuh yang terkena pembebasan lahan itu ganti rugi, " ujar putra asli Pandan.

Dia berharap, bangunan Jembatan Pandan yang menelan biaya Rp 26 Milyar APBD, tembusan jalan itu, belum ada koordinasi, pemberitahuan dan musyawarah terkaitnya pembebasan lahan.

"Informasi tahun ini 2022 jalan penghubung jembatan akan dibangun, tapi belum ada pemberitahuan atau musyawarah lahan kami yang terkena jalan," jelas Jon, seraya mengatakan akan menolak lahan digusur sebelum ada musyawarah, mengingat lahannya sudah ada surat tanah. (aww)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Heri Amalindo : Bangga PALI Tuan Rumah Kontes Bonsai

Jumat, 26 Agustus 2022 | 14:42 WIB

Warga Resah Tetesan Minyak di TP Umum

Minggu, 22 Mei 2022 | 13:34 WIB

Ketua DPRD PALI : Bupati Wajib Sampaikan LKPJ

Senin, 11 April 2022 | 20:56 WIB
X