Pemerintah Kabupaten Banyuasin Siap Menyukseskan Asian Games Tahun 2018

Pahami Hak dan Kewajiban Suami Istri

0
190
Ilustrasi KDRT Penyebab Perceraian.

Lipsus, Detik Sumsel- Akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Fatroyah Asr Himsyah MHI menilai, perceraian akibat dari KDRT ini terjadi karena tidak sampainya pemahaman hak dan kewajiban antara suami-istri dalam membangun rumah tangga.

“Hak mendasar istri dalam rumah tangga adalah mendapatkan pergaulan yang baik dari suami (Muassyaroh bil ma’ruf). Maknanya, komunikasi verbal maupun non verbal harus baik, juga pergaulan dalam memberikan nafkah lahir dan batin,” kata Fatroyah.

Dikatakan dosen pengampu mata kuliah Fiqh Munakahat ini, dalam rumah tangga terdapat pendidikan (tarbiah), ketika istri salah maka yang dilakukan oleh suami adalah mengingatkan. Mengingatkanpun bukan dengan cara kekerasan, tidak boleh menyakiti.

Baca Juga :   Banyak IRT Tak Berani Laporkan KDRT

“Pemahaman yang terjadi justru mengingatkan dengan kekerasan, agar terjadi efek jera. Hal ini tidak boleh apalagi sampai memukul wajah. Memukul yang diperbolehkan dalam kontek rumah tangga tidak boleh menyakiti, dan sekali lagi konsepnya pergauli dengan baik,” katanya.

Ia pun mengingatkan perceraian meskipun diperbolehkan tapi sebuah perkara yang tidak disukai Allah Swt, sehingga sedini mungkin menghindari hal-hal yang dapat menyebabkannya terjadi. Karena efek yang terjadi akibat perceraian bukan saja istri dan suami, tapi juga kepada anak-anak.

“Kita harus memberikan sosialisasi pemahaman kepada masyarakat bahwa KDRT itu salah dan perbuatan kriminal,” paparnya.

Masih menurunya, KDRT ini tidak terjadi di Palembang saja tapi juga didaerah lain, sehingga ini menjadi tanggung jawab sosial bersama. Semua elemen termasuk orang tua sangat berperan dalam hal ini. Terutama bagi pasangan muda yang masih butuh bimbingan dalam membangun rumah tangga.

Baca Juga :   Wow, Tahun Ini Ada 2.212 Janda Baru di Kota Palembang

“Program Kuscatin (kursus calon pengantin) di KUA harus diikuti oleh semua pasangan, bagamianan membangun rumah tangga itu tidak mudah, ada hal dan kewajiban bagi suami-istri agar saat tercadi perselihan nantinya tidak dengan kekerasan,” pungkasnya. (Wira)


Perceraian Faktor KDRT Tahun 2018

Febuari : 2 Kasus

Maret : 2 Kasus

April : 2 Kasus

Mei : 1 Kasus

Juni : 2 Kasus

Juli : 3 Kasus

Agustus : 9 Kasua

September : 7 Kasus

Total Keseluruhan : 33 Kasus

Sumber: Pengadilan Agama Kelas 1A 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here