Iklan
Pemprov
Kota Pagaralam belum memiliki peta mitigasi bencana yang harusnya sangat dibutuhkan.

Pagaralam Belum Miliki Peta Mitigasi Bencana

Pagaralam, Detik Sumsel- Bencana erupsi Gunung Api Dempo (GAD) merupakan ancaman bagi masyarakat Kota Pagaralam. Sebab dari beberapa daerah Kota Pagaralam termasuk wilayah yang berada tepat dibawah Kaki Gunung Dempo yang saat ini masih dalam kondisi aktif.

Tak hanya itu, Kota Pagaralam yang terletak di daerah perbukitan atau berada didataran tinggi menambah potensi bencana lainnya seperti tanah longsor, Banjir Bandang, Puting Beliung serta kebakaran hutan.

Namun sayangnya meskipun banyak sekali potensi bencana yang mungkin saja terjadi di Pagaralam, namun sampai saat ini Kota Pagaralam belum memiliki peta mitigasi bencana yang harusnya sangat dibutuhkan untuk langkah antisipasi bencana serya untuk memetahkan jalur avakuasi jika terjadi bencana.

Baca Juga :   Pasca Pilkades, Warga Sukaraja Tuha Blokade Jalan Sambil Bakar Ban

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pagaralam melalui Sekretaris BPBD Pagaralam Hardensi saat ditemui diruang kerjanya membenarkan jika sampai saat ini Kota Pagaralam belum memiliki peta mitigasi.

“Benar kita belum memiliki peta mitigas bencana. Namun bukan kita saja yang tidak memiliki masih banyak daerah lain yang belum memiliki peta tersebut. Karena memang untuk membuat peta ini butuh biaya cukup besar,”ungkapnya.

Dijelaskan Hardensi, penyusunan peta mitigas memang bertujuan agar masyarakat ditiap daerah paham betul yang harus dilakukan untuk menyelamatkan diri bila bencana terjadi.

“Pemetaan tersebut diharapkan bisa membantu masyarakat di wilayah dengan status rawan bencana untuk siap siaga dalam melakukan langkah mitigasi,” jelasnya.

Baca Juga :   Gubernur : Menunggak Pokok Pajak Lebih dari Setahun, Cukup Bayar 1 Tahun

Pihak BPBD sudah mengajukan dana untuk pembuatan Peta Mitigas ke pihak Provinsi dan Pusat.

“Kita sudah ajukan ke Provinsi dan Pusat untuk pembuatan peta mitigas ini. Karena untuk membuat peta ini butuh dana besar dan waktu yang lama bahkan bisa mencapai 4 bulan dengan alat-alat cangih,”jelasnya.

Namun untuk jalur evakuasi dan kawasan titik pengungsian jika terjadi erupsi GAD sudah disiapkan oleh BPBD dan Pemkot Pagaralam.

“Jalur evakuasi sudah ada, bahkan kawasan-kawasan titik aman jika terjadi erupsi Gunung Api Dempo sudah kita tetapkan,” pungkasnya.(rendi)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Polda Sumsel Musnahkan 3,5 Kg Sabu Asal Aceh

Palembang, Detik Sumsel — Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel kembali memusnahkan barang bukti narkoba sabu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *