Iklan
Pemprov
Bukti Pembayaran Pajak Bumi Bangunan Yang dibayar di Tahun 2013 dan Tahun 2020.

Padahal Sudah Bayar, Pemkot Pagaralam Kembali Tagih Pajak Tahun 2013 ke Warga

Pagaralam, Detik Sumsel- Sebagai warga Negara yang baik membayar pajak merupakan kewajiban. Walaupun saat ini sebagian masyarakat saat ini mengalami kesulitan karena himpitan ekonomi salah satunya disebabkan oleh Pandemi Virus Corona (Covid-19).

Tak terkecuali warga Kota Pagaralam. Namun beberapa pekan ini warga Kota Pagaralam cukup diresakan oleh pembyaran pajak. Pasalnya sebagian masyarakat mendapatkan tagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2013. Padahal masyarakat sudah membayar pajak tersebut yang sudah tujuh tahun lalu.

Informasi yang berhasil dihimpun, diketahui bahwa masyarakat tersebut mendapat pemberitahuan dari RT setempat bahwa ada tagihan pajak tahun 2013 yang belum dibayar.

Wawan (27) Salah satu warga Kelurahan Dempo Makmur, mengatakan, bahwa dirinya cukup terkejut saat mendapat pemberitahuan dari RT setempat bahwa PBB tahun 2013 belum dibayar.

Baca Juga :   Tekan Harga Sembako, Pemkot Pagaralam Gelar Pasar Murah

“Kami diminta untuk membayar pajak tahun 2013 yang sudah kami bayar dan ada buktinya. Kami bingung kenapa PBB yang sudah kami bayar harus kami bayar lagi ditahun 2020 ini,”ungkapnya, Selasa (22/12)

Ia menceritakan, karena alasan tidak ingin bersamalah dikemudian hari, Ia tetap membayar pajak yang memang sudah mereka bayar 7 tahun lalu.

“Tetap kami bayar pak, tapi kami bingung kenapa harus bayar lagi padahal sudah dibayar,”sesalnya.

Terkait hal ini, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Pagaralam, Iwan Mike Wijaya melalui Kasi Penagihan Hendi Oktafany membenarkan permasalahan tersebut, bahkan dalam data tersebut semua warga Pagaralam tidak terdata dan tercatat telah membayar pajak.

“Ini benar dan sudah ada beberapa kali kasus yang mengadu ke sini,”jelasnya.

Baca Juga :   Putra Besemah Jabat Manager Sriwijaya FC

Ia mengungkapkan, jika hal ini terjadi karena waktu pada tahun 2013 merupakan pelimpahan dari KPP Lahat.

“Hal ini bukan saja terjadi di Pagaralam namun beberapa daerah lain yang menjadi pelimpahan dari KPP Lahat,”terangnya.

Hal ini memang sudah dilakukan sosialisasi melalui kelurahan agar masyarakat tidak terkejut. Namun bagi warga yang sudah bayar bisa membawa slip pajaknya.

“Seharusnya jika warga yang sudah bayar dapat menunjukan slipnya maka tidak harus bayar lagi. Namun jika slipnya hilang maka dapat meminta slip di Bank BRI karena ditahun itu bayar pajak masih di Bank BRI,” ungkapnya.

Pemkot melakukan ini disebabkan adanya temuan BPK terkait terhutangnya Pagaralam atas hasil PBB ini.(rendi)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

HUT Pagaralam, 20 Penulis Beri Kado Istimewa

Pagaralam, Detik Sumsel- Sebagai bentuk kecintaan kepada Kota Pagaralam sekaligus memberikan Kado Istimewa di Ulang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *