Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Ekonomi OVO Sasar Kalangan Kampus

OVO Sasar Kalangan Kampus

Tanggal : Pukul :
309
0
Staf Universitas Bina Darma dan karyawan OVO tengah mempraktekkan pengguna aplikasi OVO. (Istimewa)

Palembang, Detik Sumsel – OVO aplikasi dompet digital semakin serius menjajal dunia pendidikan dengan menyasar kampus, salah satunya Universitas Bina Darma yang sudah merealisasikan pembayaran dengan menggunakan OVO.

“Jadi kasir di Universitas Bina Darma sudah bisa terima pembayaran dengan menggunakan OVO hanya dengan menggunakan scan kode QR,” ujar Yuzdadi Akmal, AE OVO UMKM Palembang, Selasa (23/4).

Pembayaran yang bisa dilakukan dengan OVO yakni untuk pembayar legalisir anggota perpustakaan, membayar uang denda perpustakaan.

Bahkan sebagai bentuk keseriusan OVO, di pusat pelayanan mahasiswa Bina Darma sudah menyediakan sembilan kasir sehingga memudahkan mahasiswa pada saat pembayaran dan tidak perlu antri lama.

“Universitas Bina Darma menjadi pelopor universitas yang menggunakan pembayaran secara cashless, dengan begitu memudahkan mahasiswa karena pembayaran hanya melalui ponsel,”terangnya.

Masuknya OVO ke dunia pendidikan tidak lain ingin membentuk ekosistem baru melalui edukasi mahasiswa agar beralih ke sistem pembayaran non tunai.

Dan kerjasama tersebut terwujud dalam nota kespahaman antara OVO dengan Universitas Bina Darma Palembang dengan tujuan mengajak kampus go cashless.

“Dengan kerjasama ini, untuk pembayaran seperti bayar denda di perpustakaan, bayar parkir di kampus, bayar di kantin bisa dengan OVO hanya dengan scan code QR, dan kedepannya bayar uang kuliah juga bisa cashless,” jelasnya.

Yuzdadi mengaku, kampus menjadi pasar yang masih sangat potensial untuk digarap pasalnya pengguna OVO didominasi oleh kaum milenial disusul ibu rumah tangga.

Target itu tentu saja sejalan dengan OVO yang saat ini gencar masuk ke kampus-kampus sehingga tidak menutup kemungkinan akan menjajal ke kampus lainnya.

Sebelumnya, OVO juga gencar mendekati para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan memberikan promo dan kemudahan untuk menarik minat konsumen membayar menggunakan OVO.

Dari data, jumlah mitra UMKM per November 2018 ini saja sudah mencapai 5.000 mitra OVO, jumlah ini masih akan terus bertambah seiring gencarnya penetrasi OVO di kota berpenduduk 1,8 juta jiwa ini.

“Palembang termasuk yang paling banyak pengguna OVO setelah Jakarta dan Medan. Begitu juga dengan jumlah UMKM yang terus bertambah, padahal kita baru satu bulan ini masuk ke segmen UMKM karena awalnya dikenalkan dari modern channel,” ucapnya.

UMKM yang berminat gabung dalam aplikasi OVO ini diakuinya juga banyaknya kemudahan yang diberikan pasalnya syaratnya hanya perlu memiliki usaha, ada rekening bank dan KTP.

Selain itu, UMKM yang menggunakan OVO juga banyak diuntungkan karena pembayaran lebih cepat dan masuk ke rekening bank, tidak perlu uang kembalian sehingga lebih efisien.

“Untuk sistem pembayarannya juga mudah, karena pengguna OVO cukup scan code QR di ponselnya dengan code QR mitra OVO,”ungkapnya. (May)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here