Pasang Iklan Detik Sumsel
Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Liputan Khusus Ortu Kasihan Anaknya

Ortu Kasihan Anaknya

Tanggal : Pukul :
269
1
Guru di salah satu SMP Palembang tampak memberikan materi pembelajaran saat proses kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung. (foto: Dok Detik Sumsel)

Lipsus, Detik Sumsel – Yustina, ibu dari Anisyah, siswa SMA Negeri favorit di kawasan Plaju, Palembang, kasihan melihat putrinya. Anak keempatnya tersebut kini duduk di kelas XII dan sekolahnya telah menerapkan full day school. Setiap harinya, sang putri harus berangkat sekolah sebelum pukul 06.00 agar tak terlambat.

“Jarak sekolah dari rumah memang agak jauh. Sejak tahun ajaran baru ini, sekolah anak saya masuknya pukul 06.30, jadi biar tidak terlambat dia harus pergi sebelum pukul 06.00. Setiap pagi diantar kakaknya,” ungkap Yustina.

Setelah penerapan full day school, anaknya selalu tiba di rumah hampir pukul 19.00. Ia menuturkan, anaknya keluar dari sekolah pukul 17.00 dan harus menempuh perjalanan cukup lama untuk tiba di rumah.

“Kalau pulang sore itu tidak ada lagi Trans Musi, terpaksa naik angkot (angkutan kota, red) nyambung-nyambung. Jadi sampai rumah itu sudah gelap hari,” ucapnya.

Baca Juga :   New Elegant Taylor Tawarkan Busana Edisi Terbatas dan Eksklusif

Rasa ibanya semakin bertambah jika ternyata setelah tiba di rumah, anaknya tersebut masih harus mengerjakan pekerjaan rumah (PR) yang diberikan oleh gurunya. Padahal ia berpikir dengan penerapan full day school, tidak ada lagi pemberian PR dan anaknya dapat beristirahat serta bersosialisasi dengan keluarga di rumah sepulang sekolah.

“Jangankan mau bimbel dek, di rumah saja sudah jarang ngobrol. Pulang sekolah sudah gelap, bikin tugas. Atau kalau tidak bikin tugas, setelah saya paksa makan malam, ia langsung tertidur, kelelahan,” katanya.

Senada diungkap Nyimas, ibu dari Erica, siswi kelas VII SMP Negeri di Sako, Palembang. Anaknya yang baru mengenakan seragam putih biru di tahun ajaran ini, membuat anaknya cukup terkejut dengan penerapan sistem full day school. Setiap hari, kegiatan di sekolah mulai pukul 06.45 dan pulang pukul 15.00.

Baca Juga :   Belum Ada Bandar Besar Ditangkap

“Hari Jumat yang pulang cepat, sebelum salat Jumat sudah pulang, tetapi sorenya kadang ada jadwal Pramuka wajib,” tutur Nyimas.

Oleh karena jadwal yang terlalu padat itulah, ia masih berpikir untuk kembali mendaftarkan anaknya mendapatkan pelajaran tambahan di bimbel.

Menurut Nyimas, sejak kelas IV hingga VI SD, anaknya tersebut telah mengikuti bimbel.

“Kalau bimbel mungkin belum dulu ya, kasihan anak saya. Walaupun hari Sabtu libur, mau saya ajak refreshing, jalan-jalan. Nanti dia suntuk belajar, terus malas sekolah. Ya semoga saja pelajaran di sekolah sudah maksimal, jadi tidak perlu tambahan bimbel,” katanya. (tim)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here