KPU Sumatera Selatan

Optimalisasi Program Sinergitas BUMN dan BAZNAS dalam Pengentasan Kemiskinan

0
85
Optimalisasi Program Sinergitas BUMN dan BAZNAS dalam Pengentasan Kemiskinan - Peny Cahaya Azwari,S.E.,M.M.,MBA.Ak,CA* dan Ilham Basrian Jasuma Putra**
Optimalisasi Program Sinergitas BUMN dan BAZNAS dalam Pengentasan Kemiskinan - Peny Cahaya Azwari,S.E.,M.M.,MBA.Ak,CA* dan Ilham Basrian Jasuma Putra**

BAZNAS  mengelola dana CSR milik perusahaan dalam bentuk zakat produktif kepada para mustahik, tidak hanya sebatas memberikan modal tetapi membina mustahik agar modal yang diberikan benar-benar dimanfaatkan secara maksimal untuk kesuksesan usaha yang dikembangkan oleh mustahik. BAZNAS membina mereka agar menjadi pengusaha sukses sehingga para mustahik bisa menjadi seorang muzakki sehingga realisasi penghimpunan zakat di BAZNAS akan bertambah. Pembinaan yang dilakukan BAZNAS berupa pendampingan dan pelatihan dalam hal pendampingan spiritual, pelatihan manajerial, dan pelatihan teknologi.

Pendampingan dalam bentuk spiritual bertujuan membentuk karakter pelaku usaha mikro dalam kegiatan muammalah-nya sehingga memiliki komitmen tinggi terhadap pemenuhan kewajiban atas pembiayaan syariah yang diterimanya.Al Qur’an surah Al Qashash ayat 26 dapat ditafsirkan bahwa mentalitas wirausaha dibangun atas 2 karakteristik dasar, yaitu kompetensi dan komitmen. Kompetensi dibentuk dari peningkatan keterampilan sedangkan komitmen dibentuk melalui pendekaan spiritual dan pendekatan psikoreligius yang ditekankan pada kepribadian dasar dan jiwa kewirausahaan serta sikap kerja. Pendampingan spiritual dilakukan dengan cara:

Latihan Mujahid Bisnis

Latihan Mujahid Bisnis adalah latihan dasar yang dilakukan mustahik sebelum mereka mendapatkan pendampingan. Materi yang diberikan adalah tauhid uluhiyah dan penerapannya dalam berbisnis. Akhir dari pelatihan berbentuk evaluasi dengan cara muhasabah dan pembangunan komitmen bersama dengan melakukan tahajud dan doa bersama. Pelatihan ini bertujuan agar para  mustahik memiliki dasar-dasar untuk melakukan menerapkan nilai-nilai aqidah dalam melakukan kegiatan usahanya.

Sa’I Achievement & Enterpreneur Spiritual Outbond

Pelatihan menggunakan metode outbond. Materi yang diberikan berupa penanaman nilai-nilai spiritual yang akan mempengaruhi  pendapatan melalui aktifitas di luar atau di alam. Para mustahik yang diberikan pelatihan ini diharapkan akan memiliki pengetahuan nilai-nilai spiritual yang nantinya akan mempengaruhi keberhasilan bisnis mereka.

Islamic Bussines Gathering

Pelatihan ini melibatkan seluruh mustahik. Materi dari pelatihan ini berdasarkan masukan dari para ustad/instruktur, hal ini untuk mendapatkan penguatan. Kegiatan ini berlangsung musyawarah antar mustahik yang dibina dari seluruh wilayah.

Baca Juga :   Merawat Keutuhan NKRI, Menebar Islam Damai

Kegiatan kedua, yaitu mustahik yang dibina akan mendapatkan pelatihan manajerial. Pelatihan manjerial adalah upaya transformasi pengetahuan dan keterampilan  manajerial yang sangat diperlukan untuk meningkatkan keterampilan manajerialnya. Keterampilan ini sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas konsep, teknis, dan administrasi suatu usaha. Secara umum tujuan pelatihan manajerial adalah untuk meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan manajarial para mustahik., proses kerja yang efisien, karakter kewirausahaan yang memadai dan keuntungan usaha yang konsisten (Bank Indonesia: Usaha Mikro Islam, 2016). Hal-hal yang dibina dalam pelatihan manajerial menyangkut management, marketing dan financial. Pelatihan Management berupa bagaimana para mustahik memanajemen usahanya dalam menjalankan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengerak dan pengawasan.

Pelatihan marketing akan diajarkan strategi-strategi dalam memasarkan produk yang dihasilkan usahanya.  Pelatihan financial diberikan agar para mustahik dapat mengatur keungannya dengan baik dalam menjalankan bisnisnya.

Kegiatan terakhir yang dilakukan yaitu para mustahik ini akan diberi pelatihan teknologi. Tujuan utama pelatihan teknologi secara umum adalah untuk memperbaiki kualitas proses produksi dan pelayanan usaha mikro agar proses produksi dapat menghasilkan barang dan jasa yang berdaya saing tinggi dan diserap oleh pasar melalui penggunaan teknologi yang tepat dan efisien. Pada dasarnya, pelatihan teknologi ini merupakan upaya transformasi pengetahuan dan keterampilan dalam memilih, menggunakan, dan mengevaluasi teknologi yang dapat mengoptimumkan kinerja produktivitas usaha yang bersangkutan. Materi yang diberikan pada pelatihan teknologi ini antara lain:

Workshop Teknologi

Pelatihan ini dilakukan berdasarkan kelompok yeng telah ditetapkan. Setiap kelompok akan melakukan praktek workshop dengan melakukan identifikasi permasalahan, analisis masalah, dan pemecahan masalah.

Pendampingan dan Asistensi

Setelah melakukan workshop, para mustahik akan mendapatkan gambaran konseptual tentang identifikasi permasalahan, analisis masalah, dan pemecahan masalah yang terjadi di perusahaan. Berdasarkan gambaran ini, para mustahik akan belajar melakukan asistensi langkah-langkah penyelesaian masalah dan memodifikasi langkah yang disesuaikan dengan kondisi lapangan.

Baca Juga :   Taksi Online, Bisnis yang Menyenangkan Sesaat

Evaluasi Kinerja Akhir

Evaluasi kinerja akhir akan dilakukan oleh para mustahik  pada akhir masa asistensi dan pendampingan untuk menganalisis perubahan kualitas, produktivitas, produksi, dan kemampuan memanfaatkan teknologi untuk pemasaran produk (Bank Indonesia: Usaha Mikro Islam, 2016).

Setelah para mustahik menerima semua pendampingan dan pelatihan yang diberikan oleh BAZNAS diharapkan para mustahik bisa mencapai kesuksesan dalam usahanya sehingga mereka akan menjadi muzakki yang akan menambah relisasi penghimpunan dana zakat di BAZNAS. Dampak yang ditimbulkan dari penyaluran dana CSR menjadi zakat produktif bagi BAZNAS:

Meningkatnya realisasi penghimpunan dana zakat ke BAZNAS, membuka lapangan pekerjaan bagi para mustahik, mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial akan menurun. Hal ini berdampak berkurangnya mustahik dan bertambahnya muzakki, meningkatkan kepercayaan masyarakat karena zakat zakat yang disalurkan tepat guna untuk memberantas kemiskinan dan kesenjangan sosial dan bentuk akuntabilitas organisasi nirlaba.

Penyaluran zakat produktif tidak hanya berdampak pada BAZNAS. Namun, penyaluran zakat produktif ini berdampak pula kepada BUMN. Dampak yang ditimbulkan dari penyaluran zakat produktif ini untuk BUMN antara lain: membangun reputasi perusahaan seperti meningkatkan modal sosial, membantu menciptakan sinergitas antara perusahaan, masyarakat dan lingkungan dan kesejahteraan dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat lokal dan masyarakat luas akan lebih terjamin dan menjamin kelancaran seluruh proses atau aktivitas perusahaan serta pemasaran hasil-hasil produksi perusahaan. Lalu, meningkatkan akumulasi modal sosial seperti kepercayaan, gotong royong dan jaringan serta modal sosial juga dapat meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap kepentingan publik.

Dapat disimpulkan bahwa pengeluaran dana CSR perusahaan merupakan investasi perusahaan untuk memupuk modal sosial. (Tulisan Kedua/selesai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here