Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel
Pelaku Olshop Palembang mengeluh dengan penerapan kenaikan ongkos kirim. (Foto: Tohir/Detik Sumsel)

Ongkir Naik, Pelaku Olshop Meringis

Lipsus, Detik Sumsel- Kenaikan tarif surat muatan udara (SMU) yang mulai berlaku Januari 2019, rupanya berdampak pada harga ongkos kirim (ongkir) ekspedisi. JNE misalnya, mulai menaikkan ongkir per 15 Januari lalu.

Hal ini juga berdampak pada tarif pengiriman barang UMKM lokal Palembang dan online shop (olshop) pada umumnya. Pelaku olshop yang memang mengandalkan ekspedisi mulai meringis. Semakin mahalnya ongkir juga akan berdampak pada kenaikan harga barang dan ongkos pengiriman barang ke konsumen.

Bahkan, Ika Wahyuni, owner produk Kaje Pastel mengaku pesanan menurun hingga 50 persen sejak beberapa pekan pasca kenaikan ongkir. Wanita yang menjual produknya sejak dua tahun terakhir ini, sangat merasakan dampak kenaikan tarif tersebut.

Produk kuliner olshop, Pempek KJ Pastel.

“Kadang biasanya satu konsumen memesan lebih dari satu kilogram berbagai makanan Palembang, sekarang mulai mengurangi pesanan akibat mahalnya ongkir yang dibebankan ke konsumen melalui Cargo Port to Port,” ungkapnya.

Baca Juga :   Sidang Suap Dolar Bupati ME, JPU: "Mungkin Akan Ada Tersangka Baru"

Ia menambahkan, produk makanan yang dikirimnya harus menggunakan paket satu hari sampai untuk menjaga kualitas. Dengan kenaikan ini, pelanggannya akan berpikir ulang untuk melakukan pemesanan.”Harga ongkir jauh lebih mahal dari harga paket yang dipesan,” ucapnya.

Pelaku olshop lainnya, Jhon Heri harus memutar otak agar usahanya tetap dapat terus berjalan. Menggunakan nama Yhoophii Shop, Jhon menjual berbagai pakaian, aksesoris, serta tas secara online.

“Sejak beberapa waktu lalu kami bekerja sama dengan Shopee dan untuk pengiriman dalam kota kita menggunakan kurir,” jelas Jhon.

Ia menambahkan, lewat kerjasama ini penjualan tetap stabil meski ada kenaikan ongkir 30 sampai 40 persen perkilogramnya.

Karena di marketplace Shopee banyak memberikan promo gratis ongkir atau potongan hingga 30 pesen, untuk pembelian dalam jumlah tertentu.”Ini yang sangat membantu kita saat ini,” ucapnya.

Baca Juga :   Polsek Kemuning Ringkus Kawanan Perampok Modus Umpankan Perempuan

Sedangkan untuk pengiriman dalam kota, pihaknya menggunakan sistem delivery langsung ke konsumen. Meski tetap dibebankan biaya pengantaran, namun tidak setinggi kenaikan harga ongkir saat ini.

Untuk biaya pengiriman sendiri berbeda sesuai dengan jarak tempuh pengiriman. Misalnya Kertapati dan Plaju biaya dikenakan Rp 25 ribu, KM 12 Rp 35 ribu , dan pusat kota Rp 10 ribu.

Diakui Jhon kenaikan ongkir ini sangat berdampak dengan daya beli bila tidak disikapi dengan baik, karena dikhawatirkan kondisi ini akan menurunkan daya beli konsumen.

Diakuinya sampai saat ini dari total penjualan per hari masih 70 persen penjualan secara marketplace dan 30 persen lainnya pemesanan lewat Whatsapp atau datang langsung toko. (May)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC
Lakukan Penukaran Uang

About Maya

Avatar

Check Also

Plt Bupati Muara Enim H Juarsa SH saat bersaksi di Sidang OTT PUPR Muara Enim Di PN Klas 1 A khusus Tipikor Palembang, Selasa (20/10) Detik Sumsel.com, Putra

Bantah Terima Fee, Plt Bupati Muara Enim Mengaku Difitnah

Palembang, Detik Sumsel,- Setelah namanya disebut beberapa saksi dipersidangan lalu,  Plt Bupati Mauara Enim H …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *