Beranda Ekonomi Ongkir Naik Hingga 200 Persen

Ongkir Naik Hingga 200 Persen

Tanggal : Pukul :
190
0
Salah satu petugas saat memberikan layanan di JNE Palembang.

Palembang, Detik Sumsel – Kenaikan biaya angkut barang yang akan diberlakukan hampir seluruh maskapai penerbangan, berdampak dengan ongkos kirim JNE yang akan mengalami kenaikan biaya ongkos sebesar 30 sampai 40 persen per kilogram.

Mengenai penyesuaian tarif, sampai saat ini masih dalam tahap kajian yang dilakukan manajemen di pusat, karena soal tarif ini sangat sensitif sebab akan berimbas pada konsumen dan para pelaku usaha kecil menegah (UKM) yang mengunakan jasa pengiriman

Branch Manager JNE Cabang Palembang, Muhamad Daud menjelaskan, hampir seluruh maskapai penerbangan sudah memberlakukan kenaikan jasa angkut (cargo) dengan besaran signifikan dan bila dikalkulasi naik mencapai 200 persen.

“Dari awal Desember sampai Januari ini saja sudah ada beberapa kali kenaikan, sebenarnya itu kan tidak dibenarkan, kalau begini caranya kasihan dengan para pelaku UMKM dan konsumen,” tegasnya ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (09/01).

Hanya saja, sampai saat ini JNE Palembang masih memberlakukan tarif pengiriman paket yang lama akibatnya perusahaan jasa logistik ini menanggung kerugian Rp 4-5 ribu per kg.

Baca Juga :   Underpass Dibawah Rel Kereta di Lahat Kembali Tergenang Air  

“Sampai saat ini, kita belum melakukan penyesuaian tarif pengiriman paket. Kalaupun ada kenaikan, baru akan kita terapkan di awal Februari itupun tidak mendadak, itupun secara bertahap,” katanya.

Ditambahkanya, dampak dari kenaikan tarif angkut ini, pihaknya harus menanggung kerugian tidak sedikit, bahkan sejak awal Desember tahun lalu. Ini dikarenakan perusahaan logistik ini memilih menahan tidak melakukan penyesuaian tarif karena khawatir konsumen akan keberatan.

“Kita memang mengalami kerugian karena bisa Rp 4-5 ribu per kg dan itu baru hitungan untuk rute Palembang ke Jabodetabek saja belum rute pengiriman ke kota lain,” ungkapnya.

Contohnya saja, seperti tujuan ke Batam, ongkos kirim yang awalnya hanya Rp 9.500 bisa menjadi Rp 35 ribu, dan semakin jauh tujuan pengiriman, maka ongkos kirimnya semakin mahal.

Sehingga untuk mengatasi masalah tersebut, penyesuaian ongkos tarif menjadi jalan terakhir dengan besaran 30-40 persen. Namun untuk pengiriman tujuan dari Palembang ke Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi (Jabodetabek) diusahakan tidak mengalami kenaikan tarif.

“Kami tidak ada pilihan lain, untuk tidak menaikan tarif biaya ongkir itu kenaikannya sudah sangat minim, hanya saja untuk Palembang masih punya alternatif agar ongkos kirim tidak naik karena bisa melalui via darat,” jelasnya.

Baca Juga :   Ditarget Selamatkan SFC, Alfredo Siap Kerja Keras

Pengiriman melalui jalur darat ini menempuh waktu satu hari satu malam, namun jarak tempuh tersebut bisa dipangkas hanya delapan jam jika jalan tol Palembang ke Lampung sudah bisa digunakan.

“Memang kita masih bahas untuk alternatif itu, karena kita berusaha untuk ongkos paket Reguler dan Oke tujuan Jabodetabek jangan naik karena pengiriman masih bisa lewat darat,” ungkapnya.

Namun hal itu tidak berlaku untuk paket pengiriman Yakin Esok Sampai (YES), terutama makanan karena tetap menggunakan pesawat udara untuk pengirimannya.

Dalam satu hari kata Daud, pihaknya bisa mengirim paket melalui jasa pesawat udara mencapai 18 ton untuk barang yang masuk dan 5-6 ton barang yang keluar.

Untuk mengatasi masalah ini, Daud juga mengaku Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman (Asperindo) akan mengadukan ke Presiden RI, Jokowi untuk mencari solusinya. (May)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here