Pasang Iklan Detik Sumsel
Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Daerah Oknum Pengacara di OKU Dilaporkan Dugaan Fitnah dan Pencemaran Nama Baik

Oknum Pengacara di OKU Dilaporkan Dugaan Fitnah dan Pencemaran Nama Baik

Tanggal : Pukul :
677
0
Agustina Novitasarie SH MH menunjukkan bukti laporan dihadapan wartawan

Palembang, Detik Sumsel — Merasa telah difitnah dan dicemarkan nama baik kliennya. Membuat Agustina Novitasarie SH MH melaporkan RI oknum pengacara yang berdomisili di Kabupaten OKU ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel, Selasa (8/10) siang.

RI diduga telah melakukan fitnah dan mencemarkan nama baik travel umroh Efallah Mitra melalui pemberitaan di salah satu media online di Kabupaten OKU, Baturaja, pada 2 Oktober 2019 lalu.

Agustina Novitasarie mengatakan RI melalui pemberitaan di salah satu media online di Baturaja memberikan statement bahwa kliennya telah melakukan penipuan dan penggelapan jemaah haji.

“Dari statement tersebut RI mengatakan bahwa kliennya tertipu Rp390 juta dan selama di pesawat diberi obat tidur dan tak sadarkan diri,” terangnya.

Lanjutnya, setelah sadar langsung selesai melaksanakan ibadah haji. “Keterangan Itu kan tidak masuk di akal, dimana ada orang pingsan berjam-jam di pesawat, pramugari nya tidak tahu dan tidak ada laporan ada cerita seperti itu,”bebernya.

Agustina menceritakan yang sebenarnya. Dia menuturkan, klien terlapor Ri yang bernama Cik Uli mendaftar haji di travel umroh milik klien pelapor bernama Afallah Mitra untuk keberangkatan haji tahun 2020.

Baca Juga :   Polisi Tembak Mati Bandar Narkoba Asal Pali

“Dan formulir pendaftarannya ada, tapi tahu-tahu pada tahun 2018 klien Ri memaksa klien kami minta diberangkatkan, dengan alasan kesehatan dan terlalu lama menunggu tahun 2020.

Dari tahun 2020 menjadi tahun 2018 tapi ternyata tidak bisa berangkat di tahun 2018, karena sudah terdaftar di 2020,” bebernya lagi.

Karena itulah kliennya bisa berangkat dan klinennya Ri minta dikembalikan uang yang sudah disetorkan sebesar Rp335 juta. “Dan dikembalikan dan semua uang yang sudah disetorkan, tapi klien Ri ini malah minta dilebihi Rp30 juta dari jumlah yang sudah disetorkan dengan alasan sudah banyak rugi dan lain-lain. Karena tidak mau pusing ditambahi klien kami lah Rp30 juta. Jadi total uang yg dibayarkan klien kami Rp365 juta dari Rp335 juta dan dibuatkan perdamaian,” ungkap Agustina kepada awak media usai membuat laporan.

Pihaknya juga mengumpulkan barang bukti seperti bukti transfer, berita acara serah terima dan termasuk foto-foto kesepakatan saat berdamai.

Baca Juga :   Aturan Kemenhub Sejalan UU Lalu Lintas

Tapi 9 hari kemudian, kliennya menerima uang pengembalian dana haji dan terlapor membuat LP penipuan pengelapan. Juga meminta uang berdamai sebesar Rp70 juta.

“Saat permintaan uang Rp70 juta sebagai syarat pencabutan laporan mereka di Polres OKU mereka berubah lagi. Syarat berdamai yakni mau minta naik haji plus untuk 2 orang dengan semua biaya harus ditangung klien kami Efallah Mitra, yang biayanya hampir Rp400 jutaan.

Karena klien kami merasa dipermainkan dan diperas akhirnya kami melaporkan klien Rumsi yaitu Cik uli ke Polres OKU dan saat ini laporan kami sedang berjalan. Itu fakta dan kita memiliki bukti-bukti atas keterangan kami ini,” tukasnya.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi membenarkan laporan bernomor LP/811/X/2019/SPKT tertanggal 8 Oktober 2019. “Laporan korban yakni UU ITE atau fitnah atau pencemaran nama baik melalui media elektronik.

Laporannya kita terima dan saat ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” kata Supriadi.(oji)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here