Pemprov
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumsel, Untung.(Ist)

OJK:Bank Syariah Harus Siap Bersaing Modal dan Teknologi

#Agar Tetap Bertahan

Palembang, Detik Sumsel – Walaupun potensi market bank Syariah di Indonesia termasuk Sumatera selatan cukup tinggi, tapi sayangnya bank Syariah masih belum tumbuh maksimal dan jadi pilihan utama masyarakat. Hal ini dikarenakan perbankkan tersebut masih terkendala pada teknologi.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan, Sumsel, Untung mengatakan, untuk menjadi bank pilihan masyarakat, maka banking harus menyediakan layanan yang baik, kemudahan dengan teknologi serta banyak pilihan produk.

“Di era digitalisasi ini, masyarakat bisa melakukan berbagai transaksi dengan mudah hanya dengan lewat gadget dan ini belum dimiliki dan ditawarkan,” ungkapnya, Senin (11/01).

Ia menambahkan, bank akan mudah melakukan penetrasi perbankan jika memiliki modal besar, cost of fund nya tinggi sehingga ada banyak pilihan produk yang bisa di Maksimalnya seperti KPR, pembiayaan, DPK baik tabungan, deposito hingga Giro dan produk perbankan lainnya. Sebaliknya, nafas bisnis perbankan pada kredit itu sendiri.

Baca Juga :   Ajak Creators Ikuti Urvideo Competition 2020

“Jika kondisi ini terjadi maka Bank akan sulit ekspansi dan sulit melalukan penetrasi jika modal terbatas, jadi memang harus bersaing dengan modal yang besar, termasuk bank syariah, “Jelasnya.

Oleh karena itu katanya, sebagai pemegang salah tertinggi di tiga Bank BUMN syariah, pemerintah mengeluarkan kebijakan dengan melakukan marger tiga bank Syariah tersebut sudah tepat. Dengan begitu, bank tersebut menjadi besar sehingga bisa expand bisnis dan mampu bersaing dengan bank yang sudah baik swasta maupun BUMN.

Bank syariah Indonesia ini bisa merebut market potensial dengan menghadirkan kelebihan terutama teknologi yang baik.

“Kami sebagai regulator pada prinsipnya mendukung tetapi keputusan tetap pada pemegang saham,” ucapnya.

Terkait Bank Syariah milik BUMD, seperti Bank BSB Syariah. Untung mengatakan, berdasarkan aturan spin off bank syariah pada 2023 sehingga saat ini berbagai bank tengah melalukan persiapan dan pembicaraan. Ada beragam opsi yang ada, namun memang untuk berdiri sendiri BSB syariah yang merupakan Unit Usaha Syariah (UUS) ini agak berat mengingat modal yang disyaratkan Rp 3 triliun.

Baca Juga :   Kenalkan Paket Freedom Internet pada Kalangan Pelajar

“Beberapa opsi salah satunya, merger seluruh UUS di Indonesia bank tersebut langsung besar dan mampu bersaing , tapi itu kembali lagi ke pemegang saham karena sifatnya perdata. Kembali lagi OJK sifatnya mendukung tapi tidak memaksa,” tukasnya.

Pihaknya mengharapkan kedepan sebagai wujud ekonomi syariah yang kuat, untuk pengelolaan dana zakat, unroh, haji, wakaf, baznas dan dana umat tidak lagi diletakkan di bank konvensional dan ke bank syariah. (May)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

About Maya

Avatar

Check Also

Lima Fakta Catatan Kinerja Kilang Pertamina III Plaju yang Tidak Banyak Orang Tahu

Palembang, Detik Sumsel – Pertamina Refinery Unit (RU) III Plaju sebagai kilang tertua di Indonesia …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *