Pemerintah Sumatera Selatan
Pemerintah Musi Banyuasin
Beranda Ekonomi OJK Setujui 55 Ribu Debitur Restrukturisasi Kredit Terdampak Covid-19

OJK Setujui 55 Ribu Debitur Restrukturisasi Kredit Terdampak Covid-19

Tanggal : Pukul :
188
0
Kepala OJK KR 7 Sumbagsel, Untung Nugroho,
Kepala OJK KR 7 Sumbagsel, Untung Nugroho, (Istimewa)

Palembang, Detik Sumsel – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 7 Sumatra Bagian Selatan (KR 7 Sumbagsel) mencatat jumlah restrukturisasi kredit atau pembiayaan kepada masyarakat Sumsel telah terealisasi sebanyak 55.790 debitur dengan nilai kredit atau pembiayaan sebesar Rp 5,1 triliun untuk bank umum.

OJK mencatat nilai kredit yang disetujui relaks oleh Bank Perkreditan Rakyat senilai Rp 130 miliar dengan jumlah nasabah 630 debitur. Sementara itu untuk perusahaan pembiayaan menyetujui Rp 2,3 triliun permohonan relaksasi dengan jumlah kontrak 79.991 kontrak kendaraan.

Nasabah ini terdiri dari nasabah bank umum, Bank Perkreditan Rakyat, dan perusahaan pembiayaan atau leasing.

“Alhamdulilah jumlah penerima restrukturisi ini bertambah dan kita berharap situasi ini segera kembali normal sehingga perekonomian kembali baik dan seperti semula,” ujarnya Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 7 Sumatra Bagian Selatan (KR 7 Sumbagsel)¬†Untung Nugroho, Senin ( 29/06).

Baca Juga :   Empat RS di OKU Timur Siapkan Ruang Isolasi Corona

Ditambahkanya, jumlah debitur yang sudah disetujui permohonan restrukturisasi belum sampai 50 persen dari data OJK yang mencatat potensi debitur terdampak Covid 19 mencapai 134.696 debitur dengan potensi permohonan Rp 12,9 triliun.

Untung mengatakan, bisa saja jumlah ini akan bertambah ke depan. Menurutnya realisasi relaksasi kredit belum maksimal, karena bisa saja debitur yang diprediksi terdampak ternyata masih sanggup memenuhi kewajibannya, atau debitur perusahaan pembiayaan kendaraan menolak permohonan relaksasi kredit debitur karena jaminan kendaraan yang dimiliknya sudah dipindah tangankan.

“Bisa saja kemungkinan lain karena tidak memenuhi syarat bahwa sebelum Pandemi melanda atau hingga Februari 2020 riwayat pembayaran kewajibannya memang sudah bermasalah atau masuk daftar hitam dan tidak memenuhi syarat lainnya,” jelasnya.

Baca Juga :   Besok, Siswa SD Hingga SMP di OKU Diliburkan

Sementara itu R Sitepu, Kepala Divisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, mengatakan Bank pertumbuhan ekonomi Sumsel triwulan satu masih lebih baik dibanding kota lain di tanah air bahkan terbaik di Sumatera.

Meski awalnya diprediksi 5,16 persen triwulan pertama namun realisasinya Tidka sebesar itu yakni 4,98 persen akibat dampak Covid 19.

“Sumsel masih bersyukur triwulan pertama pertumbuhan ekonomi bmasih baik karena masih banyak kontrak ekspor yang berjalan dan inflasi juga masih terkendali,” katanya. (May)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here