Iklan
Pemprov

Obligasi Daerah, Peluang Pendanaan Kreatif Pemda dalam Akselerasi Pembangunan Pasca Pandemi Covid-19

Palembang, Detik Sumsel – Obligasi Daerah atau Municipal Bond merupakan surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah daerah melalui penawaran umum di pasar modal.

Obligasi daerah diharapkan dapat membantu pemerintah provinsi, kota dan kabupaten menjalankan proses pembangunan dengan lebih baik karena obligasi daerah merupakan sumber pendanaan kreatif yang melibatkan peran serta masyarakat dalam membangun daerah.

Kepala Subdirektorat Pembiayaan dan Penataan Daerah Direktorat Kapasitas dan Pelaksanaan Transfer, DJPK, Kementerian Keuangan Dudi Hermawan mengatakan penerbitan obligasi daerah menjadi hal yang menarik seiring dengan pemulihan ekonomi yang terjadi usai terpukul oleh pandemi Covid-19 dan disahkannya Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja yang membuat proses penerbitan obligasi daerah lebih mudah.

Ide terkait obligasi daerah sebenarnya sudah berkembang di dalam negeri dalam lima hingga 10 tahun ke belakang.

Obligasi daerah sendiri merupakan salah satu cara pemerintah untuk mendapatkan pendanaan. Namun hingga saat ini belum ada pemerintah daerah yang cukup aktif untuk bisa menerbitkan obligasi terebut.

“Baru akan ada tiga Pemda yang siap menerbitkan obligasi daerah yakni DKI Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Barat,” katanya dalam kegiatan lewat zoom meating kemarin, Sabtu (05/06)

Baca Juga :   Virtual Daihatsu Festival Dokrak Penjualan Hingga 50 Persen

Sementara itu Pengamat Ekonomi Daerah yang juga Guru Besar Unversitas Sriwijaya Prof Didik Susetyo mengatakan tingkat pemahaman daerah yang masih minim menjadi salah satu sebab utama terhambatnya penerbitan obligasi daerah. Dan di sisi lain upaya penerbitan ini hanya dapat dilakukan oleh daerah yang telah memiliki kesiapan yang tinggi dan tingkat transparansi yang baik.

Pemahaman terkait obligasi daerah yang lengkap wajib dimiliki baik oleh kepala daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), maupun para pemangku kepentingan lain serta masyarakat luas. Dengan menerbitkan obligasi daerah, berarti mereka membuka diri terhadap wilayah luar dan harus siap ditanyakan terkait kebijakan-kebijakan daerah dan APBD nya.

Didik mengatakan menerbitkan obligasi daerah itu besar pasak daripada tiang karena dibutuhkan dana besar mulai dari proses fisibility study hingga IPO masuk pasar modal, sedangkan Pendapatan Asi Daerah (PAD) saja sangat kecil dan banyak persiapan yang harus dilakukan mulai rekrut karyawan, kesiapan software dan hard ware hingga lainnya sehingga belum ada daerah di tanah air yang sudah menerbitkan obligasi daerah.

Baca Juga :   Kehadiran Bank Digital Memperkuat Industri Perbankan Indonesia

“Dari sejarah obligasi daerah ini di Amerika saja sempat ada penerbitan obligasi daerah kemudian tenggelam dan muncul lagi ya karena ini biaya yang dikeluarkan lebih besar daripada hasil yang didapat dan butuh waktu lama hingga bisa sampai pasar modal,” jelas Didik.

Sementara itu Expert Divisi Layanan dan Pengembangan Perusahaan Tercatat, Bursa Efek Indonesia Latifah Hanum mengatakan obligasi daerah bisa menjadi alternatif pembiayaan langsung bagi daerah itu sendiri karena diterbitkan di pasar modal dan bisa disalurkan untuk mendanai proyek daerah.

Obligasi daerah juga memiliki sejumlah manfaat yakni diversifikasi sumber pendanaan dan kreditur, memiliki citra dan publisitas emiten, akses pendaan dalam jumlah relatif besar, penentuan suku bunga, dapat diperdagangkan dan struktur pembiayaan yang fleksibel.

“Manfaat lain penerbitan obligasi daerah yakni pola pembayaran pokok mengurasi tekanan terhadap arus kas dan fleksibilitas penerbitan berkelanjutan,” tutupnya.(May)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Smartfren Uji Cuba Penggunaan Teknologi 5G Bersama Kominfo

Palembang, Detik Sumsel – Kembali dilakukan uji coba efektivitas penggunaan teknologi 5G tahap kedua kerja …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *