KPU Sumatera Selatan

Narkoba Ciptakan Generasi Kriminal

0
83
Narkoba Ciptakan Generasi Kriminal - Abdul Malik Syafei, S.H.I., M.H.
Narkoba Ciptakan Generasi Kriminal - Abdul Malik Syafei, S.H.I., M.H.

INDONESIA darurat bahaya narkoba, begitu kata Presiden Jokowi dalam setiap kesempatan terkait persoalan narkoba. Kata ini tidak berlebihan mengingat kini narkoba benar-benar mengancam kehidupan generasi bangsa karena telah menyerang ke semua aspek profesi. Narkoba tidak kenal siapa dia, umur berapa dan apa kedudukannya. Mulai dari tukang besak, akademisi, pejabat, artis hingga kalangan elit pengusaha terancam. Menyedihkan lagi, barang haram ini merajalela sehingga merasuk sampai ke pelajar yang notabenen adalah gerenasi penerus perjuangan bangsa.

Data dari BNN 2016 lalu saja merilis pengguna narkoba di tanah air ini mencapai 6,4 juta jiwa. Ironisnya, 27,32 persen diantaranya berasal dari pemuda didominasi kalangan pelajar dan mahasiswa. Angka tersebut kemungkinan meningkat seiiring banyaknya tangkapan dan beredarnya sejumlah narkotika jenis baru. Data ini benar-benar mengancam bangsa ini, bagaimana tidak generasi muda yang seharusnya dipersiapkan menjadi pemimpin malah terjebak barang haram yang mengancam mata rantai kepemimpinan negeri ini.

Narkoba mengancam bangsa ini? Ya, sebab akibat bencana barang haram ini akan menciptakan generasi kriminal. Kenapa? Sebagai generasi penerus semestinya mempersiapkan diri sebagai pemimpin, tapi jika sudah tergantung pada narkoba dipastikan hidupnya akan hancur, jangankan berfikir untuk kepentingan publik, dirinya sendiri saja tidak beraturan.

Baca Juga :   Setelah Ransomware Wannacry, Kini Muncul Malware Adylkuzz

Selain itu, jika seorang sudah menggunakan narkoba ini maka kreatifitas akan hilang. Generasi yang seharusnya melahirkan ide dan gagasan kreatif tapi justru perlahan-lahan sel-sel otak mereka tidak mampu lagi berkreasi. Yang ada hanya kesenangan belaka. Mengerikan lagi, jika sudah terjerumus dalam lembah narkoba ini, nafsunya sudah dikotori untuk memenuhi kebutuhan barang haram tersebut. Akibatnya, dapat menyebabkan terjadinya generasi kriminal. Tidak heran jika banyak kasus remaja yang mencuri, merampok dan bahkan brutal karena alasan ingin membeli narkoba.

Lebih mengkhawatirkan lagi, tidak sedikit nyawa yang melayang akibat barang setan ini, setidaknya 50 orang setiap harinya meninggal akibat narkoba ini. Sangat mengerikan dan ini mengancam keberlangsungan bangsa ini. Bonus demografi yang seharusnya dapat dimanfaatkan negara ini bersaing dengan negara adijaya justru menjadi momok karena bahaya laten narkoba ini.

Baca Juga :   Selamat Datang Tahun Politik

Bahaya narkoba ini harus segera diatasi, sebelum ia benar-benar menghancurkan masa depan para pemuda, calon penerus bangsa, narkoba bisa menghancurkan daya kreatifitas para remaja, dan yang terakhir barang haram ini bisa menciptakan generasi pelanggar hukum. Semua akibat itu, akan menuntun pada kehancuran bangsa ini. Maka dari itu, jika tidak melakukan tindakan yang nyata untuk menghentikan peredaran barang haram ini, maka bisa dipastikan Negara ini akan hancur dalam beberapa tahun ke depan.

Memberantas narkoba ini tidak cukup dari hulunya, tapi juga hilirnya, mulai pencegahan bagaimana agar bandar tidak menjual barang ini, sampai kepada tertolaknya narkoba di kalangan masyarakat. Ini tugas siapa? Bukan tugas pemerintah dan penegak hukum saja, tapi tuga semua elemen bangsa, termasuk tokoh agama dan keluarga yang menjadi benteng generasi muda. Kita bisa, kita lawan narkoba agar generasi kedepan lebih baik untuk bangsa ini, bukan justru akan melahirkan generasi kriminal nantinya.

*Penulis adalah Pimred DetikSumsel.Com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here