Beranda Ekonomi Muratara Penyumbang Angka Kemiskinan Tertinggi

Muratara Penyumbang Angka Kemiskinan Tertinggi

Tanggal : Pukul :
205
1
Kepala BPS Provinsi Sumsel, Endang Tri Wahyuningsi

Palembang, Detik Sumsel – Kabupaten Muratara, Lahat, Banyuasin, dan Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi penyumbang terbesar angka kemiskinan di Sumsel.

Berdasarkan data yang ada di BPS, Muratara menjadi penyumbang terbesar angka kemiskinan sebesar 19,2 persen, Kabupaten Lahat 16,15 persen, Banyuasin 16,52 persen, dan OKI sebesar 15.28 persen.

“Sedangkan kota Pagaralam menyumbang angka kemiskinan terkecil di Sumsel sebesar 8, 77 persen,” jelasnya.

Kepala BPS Provinsi Sumsel, Endang Tri Wahyuningsi melalui Kepala Bidang Statistik BPS Sumsel, Timbu Parulian Silitoga mengatakan, hal tersebut disebabkan basis kerja masyarakatnya. Kebanyakan masyarakat disana bekerja di sektor informal, sedangkan pendidikan mereka rata-rata rendah menjadi penyebab lambatnya pertumbuhan masyarakat, sehingga akan kemiskininan sulit ditekan.

Ia menambahkan, meski empat kabupaten tersebut masih sulit menekan akan kemiskinan, namun secara keseluruhan angka kemiskinan di Sumsel mengalami penurunan sebesar 0,28 persen di September 2018 bila dibanding dengan September 2017.

“Tahun 2017 angka kemiskinan di Sumsel masih di angka 13,10 persen menjadi 12,48 persen atau 10 ribu penduduk tahun  2018 di bulan yang sama,” jelasnya, Selasa (15/01).

Dari total penurunan 10 ribu masyarakat yang sudah meningkat taraf hidupnya, pedesaan menjadi penyumbang terbesar mengurangi angka kemiskinan. Bila di tahun 2017 lalu angka kemiskinan diperdesaan mencapai 13,45 persen, maka tahun 2018 lalu angka kemiskinan turun di angka 13,10 persen sampai dengan September 2018 lalu.

Penurunan ini jelasnya didukung oleh faktor pertumbuhan ekonomi di year of year di desa terus mengalami peningkatan. Membaiknya harga jual produk perkebunan seperti karet, sawit, dan sektor perkebunan lainnya, serta didukung dengan kenaikan upah minimum buruh tani dari Rp 41 ribu menjadi Rp 46 ribu. Serta stabilnya harga kebutuhan pokok juga menjadi penyokong tersebar penurunan angka kemiskinan di Sumsel.

Kenaikan harga karet sebesar 3,65 persen, dari Rp 7.120 ribu menjadi Rp 7.800 memberikan angin segar sehingga banyak masyarakat yang meningkat kehidupannya.

Kepala rumah tangga bekerja sama buruh tadi harga kebutuhan masyarakat di pedesaan tetap stabil sedangkan upah burun nanti.

Ditambahkannya, selain empat kabupaten tersebut, perkotaan seperti Palembang menjadi penyumbang terbesar angka kemiskinan hingga di angka 13,07 persen.

Walaupun pertumbuhan ekonomi di Palembang ditopang dengan adanya pembangunan infrastruktur dan kegiatan Asian Game ternyata tidak memberikan dampak positif untuk menurunkan angka kemiskinan. (May)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here