Pemprov
Ketua dan Anggota KPU menggelar media gathering, Selasa (29/1)

Minimalisir Kesalahan Distribusi Surat Suara, KPU Perkuat SDM

Palembang, DetikSumsel – Dalam meminimalisir kesalahan pendistribusian suara di setiap daerah pemilihan (dapil), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang, akan melakukan pensotiran surat suara, sebelum di distribusilan ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Hal ini diutarakan Ketua KPU Palembang Eftiyani didampingi anggota KPU yang lain, kepada awak media di acara media disalah satu resto di jalan KS Tubun, Selasa (29/1).

Dijelaskan Eftiyani, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang berusaha meminimalisir kesalahan saat pensortiran surat suara sebelum didistribusikan ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Pasalnya, KPU khawatir perhitungan surat suara dari dapil yang berbeda akan bermasalah.

“Kita akan teliti dengan cermat, takutnya saat sortir surat suaranya tertukar dapil, kalau tertukar bisa jadi masalah pada penyelenggaraan pemilu ini,”tuturnya

Baca Juga :   Kuryana Minta Masyarakat Tidak Rayakan Tahun Baru dengan Euforia Berlebihan

Diungkapkannya, KPU akan memperkuat sumber daya manusia yang akan bekerja nantinya, mulai dari pensortiran hingga perhitungan suara di tingkat TPS.

“Pemilu tahuh ini sedikit repot karena ada 5 surat suara yang akan dicoblos. Terdiri dari surat suara Pilpres, DPD RI, DPR RI, DPR Provinsi, dan DPR Kabupaten/Kota. Belum lagi tiap DPR ini punya beberapa dapil,” imbuhnya.

Saat ini dijelaskannya, KPU sudah pada penyelesaian akhir setting alat kelengkapan TPS. Pihaknya juga tengah menunggu droping surat suara dari KPU RI.

Baca Juga :   Siapkan SDM Transportasi, Poltek Trans SDP Wisuda 59 Perwira

“Kita harapkan pertengahan Februari ini semua surat suara sudah sampai di Palembang. Untuk pelipatan dan sortir surat suara sebanyak lebih kurang 6 juta lembar ini diperkirakan selesai dalam 45 hari,” katanya.
Disinggung soal akan adanya eksodus pemilih, kata Efti, pihaknya tidak terlalu mengkhawatirkan hal tersebut. Pasalnya, pilpres dan pemilu 2019 ini berbeda dengan pemilukada 2018 lalu.

“Mobilisasi pemilih sangat sulit, karena tidak ada kepentingan pihak tertentu. Kecuali kalau pemilihan kepala daerah. Untuk pileg juga kebanyakan dapil itu terdiri dari wilayah yang berdekatan, jadi tidak mungkin ada gesekan meski ada mobilisasi pemilih,”tungkasnya.(Pen)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

About Efen Permata

Avatar

Check Also

Fokus Kadin dan Kegiatan Sosial, H Affandi Udji Keluar dari Golkar Sumsel

Palembang, Detik Sumsel– Wakil Ketua DPD Golkar Sumsel bidang Pendidikan dan Cendekiawan, H Affandi Udji …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *