Pemerintah Sumatera Selatan
TAG TOYOTA
BANK INDONESIA
17 Agustus 2020
Beranda Refleksi Merdeka Belajar di Masa Pandemi

Merdeka Belajar di Masa Pandemi

Tanggal : Pukul :
753
0
Merdeka Belajar di Masa Pandemi
Oleh: Rhoma Irwandy

Ditengah hiruk pikuk pendidikan Indonesia selama pandemi, Nadiem Makarim yang menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, tetap melanjutkan perkembangan salah satu program unggulannya yaitu Merdeka Belajar. Program Merdeka Belajar ini dicanangkan oleh Nadiem dengan maksud menggebrak pendidikan Indonesia yang menurutnya membuat para siswa tidak merdeka dalam hal berpikir dan belajar. Program – program yang termasuk kedalam kebijakan Merdeka Belajar diantaranya penghapusan penyelenggaraan UN tahun 2021, pembaharuan sistem akreditasi perguruan tinggi yang lebih efisien, pelatihan untuk para guru dan masih banyak lagi.


Menariknya, program Merdeka belajar ini disusun dan dibentuk saat pandemi belum merebak di Indonesia. Di situasi yang berbeda kali ini, apakah mungkin program Merdeka Belajar tetap bisa merubah wajah pendidikan Indonesia? Hal tersebut mungkin masih dapat diwujudkan, tentu saja dengan adanya beberapa perubahan dan penyesuaian di mana-mana.

Episode-Episode sudah berlalu

Episode pertama program Merdeka belajar ini disampaikan oleh Menteri pendidikan pada acara Rapat Koordinasi Bersama Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota di Jakarta 11 Desember 2019 lalu. Tentunya, gebrakan kebijakan ini langsung menarik perhatian para pelajar saat itu. Bahkan setelah kebijakan ini disampaikan, beberapa pemerhati pendidikan juga langsung memberikan komentarnya terkait dengan kebijakan tersebut, pro dan kritik pun berdatangan dari berbagai pihak.

Salah satu bentuk dukungan disampaikan oleh Presiden Jokowi terkait dengan Merdeka Belajar dimana program ini memang diperlukan untuk mengevaluasi pendidikan di Indonesia. Di sisi lain, kritik yang cukup menarik untuk di garisbawahi adalah program – program yang di luncurkan tersebut ternyata memberikan kesan yang melompat – lompat atau tidak urut. Hal ini dikarenakan setiap program baru yang dikeluarkan tersebut selalu memiliki topik pembahasan yang tidak bisa diduga dan tidak memiliki korelasi tertentu pada program sebelumnya.

Terkait dengan dukungan maupun kritikan yang dilayangkan kepada mantan CEO Gojek ini, rasanya Kemendikbud sudah mengeluarkan keputusan terbaiknya dengan mengeluarkan program barunya di tengah situasi yang baru ini. Tindakan tersebut memang harus dilakukan demi menuntaskan kewajiban yang telah diberikan, karena wabah ini merupakan bentuk ujian tahap awal yang nyata untuk dilewati sebelum bisa melangkah lebih jauh. Itu artinya Kemendikbud sudah menyiapkan skenario lebih lanjut untuk tetap mewujudkan Merdeka Belajar di tengah situasi pandemi sekarang ini.

Baca Juga :   Karena Sebiji Nasi, Panen Gagal

Wajar saja jika nantinya kebijakan ini belum memenuhi target pelaksanaannya dalam waktu dekat, karena memang program ini bukanlah pogram 1-2 tahun yang bisa di rasakan dampaknya langsung. Tujuan dari kebijakan ini bisa dibilang cukup besar jika dilihat dari program-program yang diluncurkan. Tentu dibutuhkan waktu lebih dari 5 tahun penerapan dan pemantauan agar program ini dapat terasa efeknya ke seluruh lapisan pendidikan di Indonesia.

Selain itu, tujuan dari kebijakan ini juga bisa dibilang cukup terbantu akibat adanya wabah yang menimpa Indonesia saat ini. Hal tersebut dikarenakan konsep Merdeka Belajar ala Nadiem Makarim yang berkeinginan untuk menciptakan suasana belajar yang bahagia, ternyata bisa terbantu oleh pemantauan orang tua selama belajar di rumah. Di masa sekarang inilah, orang tua juga bisa melihat langsung  anak-anaknya melakukan kegiatan pembelajaran, sehingga para orang tua juga bisa langsung turut andil membantu persoalan yang dihadapi anaknya ketika suasana belajar mengajar sedang berlangsung.

Peran tenaga pengajar juga diharapkan bisa membantu meningkatkan kualitas pendidikan, terutama dalam kondisi yang tidak biasa ini. Jika pada 6-12 bulan mendatang sudah terlihat sedikit progres saja, itu sama artinya dengan program Merdeka Belajar ini sudah berhasil diterapkan di pendidikan Indonesia. Hal tersebut dikarenakan oleh progres tersebut terjadi di masa pandemi dengan segala tantangan yang ada di dalamnya, seperti koneksi internet, listrik yang belum memadai, dan sebagainya. Lalu, jika kebijakan ini masih bisa berlanjut diterapkan setelah pandemi berakhir, sudah bisa dipastikan bahwa kebijakan ini tidak hanya menjadi slogan semata. Namun telah menjadi pionir yang dapat menghantarkan kualitas pendidikan Indonesia lebih tinggi lagi di kancah internasional.

Dilema yang Terjadi

Menciptakan esensi kemerdekaan berpikir pada situasi normal saja tentu sudah menjadi hal yang sulit untuk diwujudkan. Ditambah dengan adanya pandemi ini, justru menjadi pekerjaan rumah tambahan yang harus diselesaikan bagi Kemendikbud untuk mewujudkan impian Merdeka Belajar.

Baca Juga :   Pengelolaan CSR Sebagai Potensi Baru Penerimaan Zakat

Memang sudah mejadi kewajiban bagi negara untuk menjamin penghidupan yang layak bagi seluruh warga negaranya. Seperti halnya menemukan cara untuk mengatasi wabah ini cepat berakhir. Disaat kebanyakan para menteri sedang fokus mencari cara untuk menanggulangi dampak COVID-19 terhadap Indonesia, Kemendikbud masih harus tetap berangkat mencari solusi sendiri untuk menyelesaikan kemelut pendidikan yang sudah terjadi selama bertahun-tahun.

Selain tujuan utama yang sudah dibeberkan menteri pendidikan dalam rapatnya, terdapat beberapa tujuan yang mungkin sulit untuk dicapai selama pandemi kali ini. Salah satu tujuan tersebut adalah menciptakan pelajar yang memiliki sifat gotong royong. Hal ini terbilang sulit, karena tidak mudah bagi para pelajar untuk melaksanakan praktik gotong royong secara langsung.

Mengingat kegiatan gotong royong pada dasarnya dapat bertentangan dengan protokol kesehatan yang berlaku di Indonesia. Solusi sementara yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menunjukkan contoh cara bergotong royong yang paling sesuai dengan keadaan sekarang. Contohnya seperti bergotong royong dalam mematuhi serta mengajak masyarakat sekitar untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku.

Sebagai rakyat yang baik, sudah menjadi keharusan bagi kita mendukung kebijakan pemerintah yang dilakukan untuk kebaikan rakyatnya. Kita juga harus tegas menolak dan angkat suara jika kebijakan yang dilakukan tidak mengandung kepentingan rakyat di dalamnya. Merdeka Belajar ini merupakan suatu bentuk usaha yang dilakukan Kemendikbud untuk memberikan pendidikan yang ideal bagi para pelajar di Indonesia.

Lebih daripada itu, kebijakan ini juga bertujuan untuk mengangkat peringkat pendidikan Indonesia untuk keluar dari zona degradasi dalam standar pendidikan Internasional. Kita harus membantu mewujudkan iktikad baik ini, supaya para pelajar di Indonesia kelak dapat merasakan makna sesungguhnya dari pendidikan yang ideal.


Penulis: Rhoma Irwandy, Undergraduate Student at The University of Arizon

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here