KPU Sumatera Selatan

Menjaga Pola Kebudayaan Tradisional Masyarakat Perdesaan

0
84
Menjaga Pola Kebudayaan Tradisional Masyarakat Perdesaan - Ryan Pradana Fekri, S.T.
Menjaga Pola Kebudayaan Tradisional Masyarakat Perdesaan - Ryan Pradana Fekri, S.T.

GEJALA modernisasi telah merambah dalam semua sektor kehidupan manusia, ruang privat maupun publik yang berasal dari modernisasi teknologi (materi) maupun modernisasi gagasan (ide maupun pemikiran). Modernisasi telah membawa pengaruh yang besar bagi masyarakat. 

Seiring dengan era globalisasi yang terus berkembang modernisasi pun semakin meluas dan terus merambat ke segala lini, bahkan termasuk pula masyarakat perdesaan, hal ini pula yang terjadi di beberapa desa di Provinsi Sumatera Selatan seperti Desa Adat di Kabupaten Musi Banyuasin. Desa adat dianggap sebagai “rumah” bagi tradisi dan nilai budaya masyarakat, namun yang terjadi saat ini arus modernisasi tengah melanda dan masuk pada sendi-sendi kehidupan masyarakat tradisional perdesaan.

Modernisasi membawa pengaruh yang besar, karena modernisasi mampu merubah pandangan masyarakat tentang nilai-nilai kehidupan, termasuk di dalamnya pola kebudayaan tradisional masyarakat perdesaan. Tentunya hal ini perlu menjadi perhatian serius bagi Kita karena merupakan ancaman dan dapat menggerus bahkan menghilangkan pola kebudayaan lokal yang merupakan dasar dari tatanan hidup masyarakat.

Baca Juga :   Politisasi ASN dan Pilkada Lubuklinggau 2018

Ketidakmampuan budaya yang unsurnya tradisional bersaing dengan modernisasi menjadi salahsatu potensi penyebab hilangnya sebuah budaya dikehidupan yang akan datang.

Entitas sosial dan budaya yang melekat pada desa, merupakan aset yang harus dijaga bersama, karena apabila nilai-nilai dan pola kebudayaan yang ada di masyarakat perdesaan mengalami degradasi atau perlahan-lahan menghilang, maka akan berimbas pula pada kemerosotan nilai-nilai moral masyarakat dan interaksi sosial ditengah masyarakat.

Baca Juga :   Pesona HMI di Tahun 2018, Refleksi Dies Natalis HMI Ke 71

Modernisasi harus dipandang dengan bijak karena disisi lain modernisasi juga memiliki peran positif bagi kehidupan masyarakat, seperti membuka akses informasi bagi masyarakat perdesaan, menjadi pemicu dalam peningkatan kualitas hidup, dan pengembangan teknologi modern bagi kegiatan ekonomi masyarakat perdesaan.

Oleh karena itu, Kita harus memposisikan modernisasi berdasarkan kemanfaatannya, melihat sisi positifnya terutama bagi masyarakat perdesaan. Modernisasi tidak boleh menggerus tradisi dan budaya. Sebaliknya, budaya dan tradisi leluhur justru harus jadi akar kemajuan. Budaya leluhur adalah sendi kekuatan bangsa. Bangunan megah, karya seni, dan keahlian yang dimiliki leluhur adalah buah dari sikap memegang teguh nilai tradisi dan kebudayaan.

*Penulis adalah Mahasiswa Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota Institut Teknologi Bandung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here