Jajaran Redaksi Media Online DetikSumsel.com mengucapkan Maulid Nabi Muhammad SAW
Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel
Grafis Problem Stunting di Indonesia (Ist)

Mengkhawatirkan, Satu dari Tiga Anak di Indonesia Menderita Stunting

Palembang, DetikSumsel- Masalah stunting (kekurangan gizi kronis) masih menghantui kesehatan anak di tanah air, termasuk di Sumatera Selatan. Lebih mengkhawatirkan lagi, kini terdata satu dari tiga anak di Indonesia menderita stanting.

Hal tersebut dipaparkan ketua PWI Sumsel, Oktaf Riady SH saat memaparkan landasan digelarnya media and journalist engagement for National Nutrition Communication Campaign in South Sumatera event: Media Road Show (Gathering) dan Orientasi Jurnalis di ruang Mahameru Hotel Swarna Swipa Palembang, Senin (2/10).

“Mereka menderita penurunan tingkat pertumbuhan karena kurang gizi,” paparnya.

Dikatakan Oktaf, fenomena yang terjadi tinggi badan anak stunting lebih pendek dari yang seharusnya, berdasarkan usianya. Stunting muncul di masa kanak-kanak dan dampak yang telanjur muncul tidak dapat diperbaiki kembali (irreversible)

Baca Juga :   Warga Antusias Periksa Gigi Gratis

“Stunting mempengaruhi kemampuan kognitif, mengurangi potensi akses untuk memperoleh pendapatan yang lebih tinggi, menimbulkan risiko melahirkan anak dengan berat badan rendah di masa depan serta masa hidup yang lebih pendek,” ungkapnya

Sementara itu, Direktur Forum Kajian Jurnalisme Firdaus Komar memaparkan, kegiatan ini bekerjasama dengan IMA World Health (IMA) sebuah organisasi kesehatan masyarakat yang bermarkas di Washington D.C. IMA merancang dan mengelola pelaksanaan kampanye gizi nasional (KGN).

“Tujuannya, komitmen untuk merancang dan memantapkan Rubrik Kesehatan, makin memahami konten berita isu kesehatan kelancaran komunikasi melalui komunitas jurnalis kesehatan melalui medsos dan digital,” paparnya.

Baca Juga :   Update COVID-19 Muba: 1 Kasus Sembuh, 1 Konfirmasi Positif

Menurutnya, beberapa program yang dilaksanakan melalui proyek Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat (PKGBM) menjadi komitmen Millennium Challenge Account-Indonesia (MCA-I) untuk menanggulangi masalah stanting ini.

“Untuk mencapai tujuan dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai penyebab, gejala, implikasi jangka panjang, dan pencegahan stanting di antara orangtua, anggota masyarakat, tenaga kesehatan, pejabat pemerintah, dan masyarakat umum,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, menghadirkan narasumber dari konsultan IMA World Health (MCA-Indonesia), Yeni Roslaini Izi Konsep gerakan secara makro kampanye gizi nasional. “Media menjadi metode pendekatan KGN. Menjadikan problem ini sebagai perhatian di tengah pemberitaan hangat lainnya. Karena stanting bukan hanya karena gizi tapi juga lingkungan,” kata Yeni saat memulai forum. (Dul)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC
Lakukan Penukaran Uang

About Red

Avatar

Check Also

Macam-Macam Efek Samping saat Uji Klinis Vaksin Covid-19

Detik Sumsel- Pandemi virus corona hampir menemui titik terang, yaitu dengan ditemukannya vaksin Covid 19. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jajaran Redaksi Media Online DetikSumsel.com mengucapkan Sumpah Pemuda