Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel
Ilustrasi Arema FC versus Sriwijaya FC. (Grafis: Ram/Detiksumsel.com)

Menang atau Degradasi

Palembang, Detik Sumsel- Menang atau degradasi. Hanya itu pilihan yang dimiliki Sriwijaya FC saat ini. Tiga poin menjadi harga mati yang wajib diraih kala menghadapi Arema FC dalam laga terakhir kompetisi Liga 1 2018, Minggu (9/12) di Stadion Kanjuruhan.

Ketatnya selisih poin yang dimiliki lima tim papan bawah diperingkat 14. Mitra Kukar (39), 15. Perseru Serui (39), 16. SFC (39), 17. PS. TIRA (39) dan 18. PSMS Medan (37). Membuat Laskar Wong Kito harus memburu kemenangan, guna mengamankan posisi.

Meskipun tidak mudah untuk merebut poin dari markas Singo Edan, yang terkenal jago kandang. Bahkan pada dua kali kunjungan sebelumnya diajang ISC A 2016 dan Liga 1 2017, SFC belum pernah berhasil mencuri poin dan selalu pulang dengan tangan hampa.

Baca Juga :   Latih Konsentrasi dan Ketenangan Lewat Tembakan

“Kita harus optimistis dan jangan menggantungkan nasib dengan tim lain. Karena itu kita harus bisa memenangkan pertandingan, agar posisi kita lebih nyaman dan aman,”ungkap Asisten Manajer SFC Ahmad Haris, Sabtu (8/12).

“Ini penentuan. Hidup mati kita harus menang. Kalau menang kita menentukan diri sendiri. Kalau seri atau kalah, kita masih menunggu nasib dari tim lain. Jadi kita harus menang, baru jelas. Karena laga ini sangat menentukan,” lanjut Haris.

Sementara itu, Pelatih SFC Alfredo Vera mengungkapkan, secara umum persiapan yang dilakukannya sudah maksimal dan sesuai harapan. Begitu pula dengan masalah mental pemain, tidak ada masalah lagi.

“Tapi kita tidak tahu saat pertandingan nanti. Apakah mental mereka tetap kuat dan terjaga seperti ketika mengikuti latihan. Karena kita tahu laga besok sangat penting dan kita harus menang agar bisa tetap bertahan di Liga 1,”ucapnya, pada konfrensi pers jelang pertandingan, Jum’at (8/12).

Baca Juga :   OSO Terpilih Kembali, Hendri: Momentum Kebangkitan Hanura

Disinggung mengenai berbagai isu yang menerpa tim asuhannya belakangan ini, seperti adanya dugaan upaya suap kepada Yu Hyun Koo oleh oknum tertentu, agar mau bekerjasama dalam match fixing.

Maupun celotehan pelatih Persija Jakarta Stefano Cugurra, yang secara terang-terangan menyatakan mengincar dua pemain naturalisasi SFC, yaitu Alberto Goncalves dan Esteban Vizcarra. Arsitek asal Argentina ini mengatakan dia tidak tertarik mengomentari hal itu.

“Semua boleh bicara tentang apapun, tapi saya tidak mau mengetahui tentang hal itu. Saya hanya mau pemain fokus mempersiapkan diri menghadapi pertandingan, itu saja. Karena itu yang terpenting,”tegasnya. (Iyop)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Iyop DS

Avatar

Check Also

PWI Sumsel  Sukses Diskusi Terkait Pilkada Ditengah Pandemi Covid-19

Palembang, Detik Sumsel – Ketua KPU Sumsel Dra Kelly Mariana, Komisioner Bawaslu Sumsel Junaidi, Komandan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *