Pemerintah Sumatera Selatan
Beranda Liputan Khusus Masyarakat Khawatir Parcel Kadaluarsa

Masyarakat Khawatir Parcel Kadaluarsa

Tanggal : Pukul :
428
0
Ilustrasi/Grafis: Raam/Detik Sumsel

Lipsus, Detik Sumsel – Menjelang Hari Raya Idulfitri, parcel menjadi salah satu sarana untuk berbagi. Saling mengirimkan parcel yang biasanya berisi makanan ringan, seolah menjadi tradisi menjelang lebaran.

Namun, setiap tahunnya ada saja temuan snack dalam buket parcel yang kadaluarsa. Padahal, secara rutin tim gabungan dari Balai Besar POM melakukan razia untuk menghindari makanan kadaluarsa.

Hal ini menimbulkan ketakutan warga yang akan membeli atau pun menerima kiriman parcel dari kerabat. Yudho misalnya, mengaku memilih tidak membeli parcel sudah terakit di pusat pembelanjaan.

Baca Juga :   Fitri Pastikan Kebersihan dan Kualitas Jajanan Kantin Sekolah

“Kalau tidak menyusun sendiri, ya mending kasih yang lain. Atau kalau diberi, pas mau dimakan, kami periksa benar-benar dulu. Soalnya pernah dulu, dapat yang sudah expired dua bulan,” katanya.

Ia pun meminta pengawasan dan ketegasan dari pihak terkait untuk memberantas keberadaan parcel yang rentan kadaluarsa. “Ya jangan sampai biar parcelnya bisa murah dan laku dibeli orang, jadi asal memasukkan snack, padahal sudah kadaluarsa,” ujarnya.

Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Palembang, Hardaningsi mengatakan, penemuan tersebut memang kerap terjadi. Sedikitnya ada 95 item pangan yang telah didistribusikan, namun tidak memenuhi syarat.

Baca Juga :   Masih Banyak Pedagang Bandel Gunakan Formalin

“Kegiatan pengawasan sarana distribusi pangan telah kita lakukan di wilayah Kota Palembang, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, OKU, OKU Timur, OKU Selatan, Muara Enim, Kota Pagar Alam, PALI, serta kota Prabumulih,” ungkap Hardaningsi.

Dirinya juga mengatakan, kegiatan pengawasan sarana distribusi dan retail pangan tersebut dimulai sejak 22 April dan akan terus berlangsung hingga 7 Juni 2019.

“Jumlah sarana yang diperiksa sebanyak 83 sarana, dan di 18 sarana ditemukan produk tidak memenuhi syarat,” ujarnya. (wir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here