Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel

Masuk Ditanah Adat, Warga Ancam Bakal Stop Aktivitas Tambang

Lahat, Detik Sumsel — Gara-gara tanah adat yaitu tanah Himbe Kemulau, milik tiga desa di Kecamatan Merapi Barat, bakal dijadikan lahan tambang batubara oleh PT. Bara Alam Utama (BAU red). Ratusan masyarakat terdiri dari Desa Ulak Pandan, Desa Lebak Budi dan Desa Negeri Agung, datangi area tambang PT. BAU. Menanyakan dugaan aksi serobot lahan itu.
Dibawah koordinator Wansyah, Kamis (6/9) sekitar pukul 13.30 WIB didampingi aparat kepolisian, ratusan warga ini mengecek langsung ke area Himbe Kemulau. Melihat berapa luas lahan yang telah digusur oleh PT BAU. Usai melakukan pengecekan, masa lantas kembali menuju kantor PT BAU lantaran tidak terima atas aksi sepihak itu.
“Intinya masyarakat desa tidak setuju dengan tindak semena-mena perusahan. Soalnya ini tanah adat, milik semua warga disini, bukan tanah milik perseorangan,” tegas Wansyah.
Menanggapi aspirasi warga, Once perwakilan dari perusahaan menyampaikan, penggarapan lahan di Rimbe Kemulau dikerjakan perusahaan berdasarkan kesepakatan pada tahun 2015. Dimana pihaknya sudah lakukan ganti rugi sebesar Rp 5 Miliar untuk dua dari tiga desa.
“Untuk Desa Ulak Pandan memang belum di cairkan, karena belum ada tim yang menerima dana tersebut,” sampai Once.
Sementara, Mawansyah, selaku koordinator masyarakat Desa Ulak Pandan mengatakan, masalah ini masih belum ada penyelesaian antara masyarakat dengan pihak perusahaan. Pihaknya memberikan tenggat waktu lima hari pada pihak perusahaan, melakukan rapat desa.
“Kita beri waktu lima hari, kalau sampai batas waktu itu belum juga ada kesepakatan, kita akan stop aktivitas tambang,” tegasnya. (heru).
H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC
Baca Juga :   Tiga Kasus Baru Covid 19 di Lahat Terkonfirmasi
Lakukan Penukaran Uang

About Heru Senovlan

Avatar

Check Also

Bupati Lahat Terima Peralatan Keamanan Informasi dari BSSN

Lahat, Detik Sumsel — Bupati Lahat, Cik Ujang SH lakukan Kunjungan Kerja ke Badan Siber …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *