Jajaran Redaksi Media Online DetikSumsel.com mengucapkan Maulid Nabi Muhammad SAW
Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel

Massa Berompi Tolak Surat Edaran Kadishub Sumsel

Lahat, Detik Sumsel — Terkait adanya surat toleransi dari Dinas Perhubungan Sumsel, soal dispensasi kepada sejumlah perusahaan angkutan batu-bara di Lahat, boleh untuk melalui jalur umum. Sejumlah masa yang mengaku dari gerakan rakyat perduli keadilan (GR-PK) Lahat, mendatangi kantor Dinas Perhubungan Lahat.

Kendati unjuk rasa ini dinilai salah alamat, puluhan masa yang bahkan diantaranya diduga masa bayaran dengan latar belakang pengendara ojek itu. Tetap melanjutkan pernyataan sikapnya. Mendesak Dinas Perhubungan Lahat, untuk menolak keras surat bernomor 351.2/415/5/2018 dari Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel itu.

“Ini sudah menyalahi wewenang. Sebagai instansi pemerintah tugasnya hanya pengawasan, bukan memberikan keputusan,” ucap Joni Rizal, koordinator aksi, Kamis (15/11).

Baca Juga :   3 Pemain Akumulasi Lawan Cilegon United

Sayangnya, Plt Kapala Dinas Perhubungan Lahat, Deswan Irsyad, tidak gentar menghadapi desakan dari masa. Ia mengatakan, terkait peraturan gubernur soal larangan angkutan batubara melintas dijalan umum. Pihaknya akan mendukungan penuh Pergub tersebut.

“Tidak usah kalian desak, kita mendukung penuh keputusan Gubernur itu. Kalau urusan cabut, atau menolak surat edaran itu, itu bukan urusan kita. Kita hanya akan menyampaikan penolakan dari kalian,” tegas Deswan Irsyad.

Puas menyampaikan pernyataan sikapnya, masa rupanya bergerak menuju Gedung DPRD Lahat. Juga mendesak DPRD Lahat, memberikan rekomendasi ke Pemda Lahat untuk membuat Perda, terkiat larangan angkutan batubara via kereta api, diantaranya PT MAS, PT  BAU, PT GGB dan PT RUBS, bisa melintas dijalur umum.

Baca Juga :   Wako Prabumulih Ajak Warga Ramaikan Porprov XII

“Dalam waktu dekat kita akan memanggil instansi terkait juga perusahaan batubara terkait. Untuk lakukan rapat dengar pendapat,” kata Sudarman, anggota DPRD Lahat Dapil II.

Puas menyampaaikan tuntutannya, puluhan masa yang diantaranya menggunakan rompi berjuliskan ojek dibagian punggungnya itu, akhirnya membubarkan diri. Sembari mengatakan bakal menunggu janji bakal diadakannya RDP terkait desakan masa.

“Hanya ikut-ikut saja, belum tahu mau kemana lagi. Ya siapa tau ikut-ikut ini nanti bisa dapat pekerjaan,” ucap Wantok, warga Kota Lahat, salah satu masa yang menggunakan rompi. (heru).

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC
Lakukan Penukaran Uang

About Heru Senovlan

Avatar

Check Also

Warga Pagaralam Keliling Cari Gas Melon

Pagaralam, Detik Sumsel – Bahan bakar gas elpiji ukuran 3 Kilogram (KG) beberapa hari terakhir …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jajaran Redaksi Media Online DetikSumsel.com mengucapkan Sumpah Pemuda