Gran Fondo
Sejumlah masa menghentikan laju tronton angkutan batubara via jalur KA yang melintas di jalur umum. Foto Ist

Masih Melintas, Sesama Sopir Truk Batubara Saling Hadang

Lahat, Detik Sumsel — Buntut diberlakukannya jalur khusus bagi angkutan batubara, sejumlah tronton yang melintas di jalan umum persis di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Merapi Barat, tiba-tiba dihadang massa. Massa yang diduga berasal dari sopir dan transfortir angkutan batubara ini, memaksa tronton yang hendak melintas itu berbalik arah.

Tronton yang melintas itu, rupanya milik beberapa perusahaan yang selama ini menggunakan jalur khusus kereta api. Hanya saja merasa ada ketidak adilan, massa menuding meskipun melalui jalur khusus kereta api, dari tambang menuju stasiun Banjarsari, tronton tersebut masih melalui jalur umum.

“Aturannya kan sudah jelas, dilarang melintas di jalur umum. Kita menuntut keadilan aturan itu berlaku juga untuk jalan umum di Kabupaten Lahat,” tegas Endriyansyah,  salah satu transportir angkutan batu bara, Sabtu (10/11).

Baca Juga :   Tim Macan Komering Ungkap Jaringan Narkoba Meresahkan di OKI

Aksi yang sudah dilakukaan massa sejak Jumat (9/11) ini nampaknya akan berbuntut panjang. Pasalnya massa yang mencapai ratusan orang ini, disinyalir jumlahnya bakal terus bertambah. Apalagi massa menyatakan siap melakukan demo besar-besaran, jika ada perlakukan istimewa untuk angkutan jalur khusus boleh melintas di jalan umum di Kabupaten Lahat.

“Menurut kami mereka ini juga melanggar, karna masih menggunakan jalur umum. Harus adil, kalau memang tidak boleh, semuanya tidak boleh melintas di jalur umum,” katanya.

Sementara dari informasi yang berhasil dihimpun, perusahaan yang selama ini mengangkut batubara melewati jalur khusus milik PT Titan dan PT kereta api. Diantaranya PT MAS, PT  BAU, PT GGB dan PT RUBS, mendapatkan kebijakan dari Gubernur Sumsel, boleh melintas di jalan umum menuju tempat pengangkutan.

Baca Juga :   Paparan Gubernur Sumsel Direspon Cepat Kementrian PUPR

“Kalau begini yang enak itu kabupaten tetangga saja, Desa kami masih bakal dilalui truk-truk batubara. Desa kami masih bakal dipenuhi debu, anak cucu kami masih rawan jadi korban truk besar itu,” keluh M Jabbar, warga setempat. (heru).

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Heru Senovlan

Avatar

Check Also

Investasi Melebihi Target, OKI Diganjar Reward

Kayuagung, Detik Sumsel — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI melalui Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *