Iklan Detik Sumsel

Mampukah Herman Deru Melebihi Prestasi Alex Noerdin?

1
1569
Oleh: Abdul Malik Syafei MH*

Hari ini, 1 Oktober 2018. Provinsi Sumatera Selatan resmi memiliki pemimpin baru dengan dilantikan Herman Deru dan Mawardi Yahya sebagai gubernur dan wakil gubernur Sumsel, periode 2018-2023 oleh Presiden RI, Joko Widodo di Istana Negara. Harapan besar 8,6 juta penduduk bumi Sriwijaya ini, terpaku di pundak keduanya. Kinerja dan realisasi janji kampanye menjadi sebuah penantian untuk benar-benar mewujudkan Sumsel Maju, sebagaimana tagline keduanya. Tidak ada waktu untuk bersantai atau merayakan euforia kemenangan pasca terpilih dan dilantik, segudang PR menanti agar bisa mewujudkan semua janji kampanye.


Sumsel secara garis besar dibawah tangan dingin kepemimpinan Gubernur sebelumnya, Alex Noerdin sudah cukup berhasil. Harus kita akui, terlepas dari kontroversi dan kekurangannya, Alex Noerdin telah mendatangkan sejumlah prestasi yang membanggakan bagi Provinsi ini. Prestasi ini tidak saja diakui oleh orang Sumsel saja, tapi juga nasional dan bahkan dunia. Sebut saja, Sea Games 2011 dan Asian Games 2018, dua even internasional itu sukses terselenggara dan berhasil menyulap Sumsel menjadi kiblat olahraga di Indonesia. Semua telinga mendengar, semua mata menyaksikan kesuksesan Provinsi dengan luas 87.017.41 km² ini. Kedua even itu hanya contoh, kita belum menyebut kegiatan-kegiatan nasional dan internasional lainnya yang sangat banyak jika dipaparkan sukses terselenggara di Sumsel dibawah kepemimpinan Alex Noerdin. Even-even tersebut, telah membawa dampak signifikan baik secara langsung ataupun tidak langsung terhadap perekonomian.

Dalam hal pembangunan, Sumsel juga diakui sudah berhasil. Pembangunan fasilitas pelayanan publik seperti rumah sakit, sekolah dan fasilitas umum lainnya sudah terlihat. Begitu juga sarana transportasi publik. Sumsel, Provinsi pertama di negeri ini yang memiliki Light Rail Transit (LRT) dan membuat iri Provinsi lainnya di Indonesia. Ini menunjukkan kepiawaian dan kekuatan jaringan Alex Noerdin. Tidak heran juga jika Sumsel ini menjadi bidikan para pengusaha untuk berinvestasi. Semua tidak tiba-tiba datang, ada proses lobi dan keahlian seorang pemimpin.

Baca Juga :   Selesaikan Masalah Internal SFC, Ini Upaya Gubernur Sumsel

Lalu pertanyaan selanjutnya, mampukah Herman Deru melebihi prestasi Alex Noerdin dalam memimpin Provinsi ini lima tahun kedepan? Tentu kita berharap Herman Deru bisa dan mampu. Secara track record kepemimpinan, bang Deru, begitu saya menyapanya, adalah mantan Bupati OKU Timur dua periode. Ia berhasil membuat kabupaten OKU Timur sebagai salah satu daerah yang tumbuh dan berkembang pesat.

Mengutip deskripsi Ansori Anhar dari portal Kompasiana, di bawah kepemimpinan Herman Deru, OKU Timur menjadi daerah layaknya gadis desa berparas ayu yang tumbuh mekar. Enak disandang, enak dipandang. Berbagai infrastruktur publik, seperti jalan, sekolah, rumah sakit, saluran irigasi, pasar berkembang pesat dengan keteraturan yang terjaga apik. Listrik dapat nyala kapan mau, hasil pertanian kian produktif, lingkungan sosial relatif aman.

Bang Deru tercatat memecahkan rekor MURI karena dipilih lebih dari 95% warga untuk pengabdiannya yang kedua sebagai Bupati dan tidak pernah terseret atau disebut isu korupsi dalam kepemimpinannya. Begitu juga dengan wakilnya, Mawardi Yahya adalah politisi senior Golkar, pernah menjadi bupati Ogan Ilir dua periode. Keduanya memiliki tipikal yang sama-sama pekerja, bahkan dijuluki bupati selawe “25”, maksudnya lima hari terjun dan menyerap persoalan masyarakat dan dua hari ngantor menyelesaikan administrasi pemerintahan. Tentu melihat treck rocord keduanya, kita berharap prestasi selama menjadi bupati dapat ditularkan saat memimpin Provinsi ini.

Tapi yang harus ditekankan, keduanya adalah pemimpin Sumsel, adalah gubernur dan wakil gubernur, bukanlah bupati lagi yang tentunya harus memiliki gaya dan kepemimpinan berbeda. Ada 17 kabupaten/kota di Provinsi ini yang kesemuanya harus diperhatikan. Sebagaimana yang terus diagungkan saat kampanye, pemerataan pembangunan adalah sebuah keharus, agar tidak terjadi ketimpangan. Pembangunan yang tadinya terpusat di ibu kota provinsi saja, kedepaan harus diperhatikan bagaimana menyentuh daerah terluar bahkan sampai perbatasan provinisi.

Baca Juga :   Sudah Dua Hari Ngantor, Herman Deru Tidak Pakai Seragam dan Cupu, Ini Alasannya

Bersatu, Sumsel Maju

Tagline kampanye HDMY selama kampanye pada Pilkada Sumsel adalah “Bersatu, Sumsel Maju”, tentunya kata-kata ini bukanlah khiasan saja. Pasca dilantik, keduanya adalah pemimpin Sumsel, bukan gubernur bagi pendukungnya saja, atau partai politik pengusung saja. Tapi gubernur Sumsel, sebagai pemimpin keduanya harus cepat mengembalikan stabilitas pemerintahan yang sempat tergesek akibat kerasnya Pilkada. Tagline Bersatu Sumsel Maju ini, harus benar-benar direalisasikan dengan merangkul semua kalangan, melupakan segala perbedaan pandangan dan dukungan untuk bersatu membangun Sumsel kedepan. Baik masyarakat maupun pemerintahan harus bersatu, tujuannya tidak lain adalah agar Sumsel ini bisa terus maju.

Warga Sumsel menaruh harapan besar terhadap kepemimpinan HDMY lima tahun kedepan, kita berikan waktu keduanya untuk bekerja dan merealisasikan janji kampanyenya. Yang jelas, masyarakat sudah mencatat semua jani-janji selama kampanye, sehingga kita menunggu bagaimana realisasinya. Aktivitas yang terbuka dan mudah ditemui warga selama kampanye juga diharapkan tidak berubah setelah dilantik, agar tidak ada jarak antara masyarakat dan pemimpinnya.

Kami ucapkan selamat, doa kami semoga bapak gubernur dan wakil gubernur Sumsel sehat selalu dan dapat menuntaskan amanah ini dengan happy dan riang gembira.


*)Pemimpin Redaksi Detik Sumsel

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here