Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Palembang Maknai Film Layar Lebar Bumi Manusia Penuh Unsur Perjuangan

Maknai Film Layar Lebar Bumi Manusia Penuh Unsur Perjuangan

Tanggal : Pukul :
168
0
Sekretaris PW GP Ansor Sumsel, Hernoe Roesprijadji

Palembang, Detik Sumsel – Melalui kegiatan Nonton Bareng (Nobar) film layar lebar berjudul Bumi Manusia di bioskop XXI Jalan POM IX Kelurahan Lorok Pakjo Kecamatan Ilir Barat I dalam ajang silahturahmi, Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Sumatera Selatan, sekretaris Nahdlatul Ulama (NU) Sumsel, Hernoe Roesprijadji ungkapkan hal yang luar biasa usai kegiatan Nobar tersebut.

Hernoe mengungkapkan, bahwa film tersebut memiliki suatu tema yang tepat terkhusus dalam mempringati HUT RI ke 74.

Menurutnya, selain memiliki suatu cerita yang romantis, film tersebut juga mengandung unsur suatu perjuangan dalam kesetaraan serta nilai cinta tanah air.

“Ini merupakan film yang sangat bagus, mudah-mudahan keluarga Nahdlatul Ulama maupun undangan yang lain dapat terinspirasi untuk meningkatkan rasa saling menghormati antar sesama, antar warga negara, dan yang paling penting adalah untuk menjaga persatuan dan kesatuan ditengah-tengah banyaknya hal yang mengganggu tentang kebersamaan kesatuan itu,” ungkap nya, Minggu (25/08) malam.

Baca Juga :   Spirit Kader Banser NU Bayar Nazar Kemenangan Jokowi

Dirinya juga berharap, dengan menonton film yang di perankan Mawar Eva de Jongh sebagai Ann dan Iqbaal Ramadhan tersebut dapat meningkatkan rasa cinta tanah air kepada setiap penontonnya.

“Bagaimanapun juga, jika kita telah mengakui bahwa kita adalah satu sebagai warga NKRI, maka tidak ada lagi golongan-golongan yang saling melebihi keunggulan baik dari suku apapun. Semuanya sama, sama-sama warga negara,” jelasnya.

Hal sama juga dikatakan oleh Ketua GP Ansor Sumsel Ahmad Zarkasih, dirinya menjelaskan bahwa film tersebut memiliki suatu ending yang mengandung arti tentang suatu kemerdekaan Republik Indonesia.

“Jadi melaui film tersebut, yang harus kita garis bawahi yaitu, Indonesia ini memiliki suatu keberagaman, dan inilah yang harus kita junjung tinggi, bahwa Bhineka Tunggal Ika ini merupakan azaz tungal di Negara Republik Indonesia kita ini,” ujarnya.

Baca Juga :   Lahirkan Kader Mujtahid Melalui Kegiatan PKL

Sementara itu, Dr Andries Lionardo S.IP, M.Si yang juga turut hadir dalam kegiatan Nobar tersebut mengungkapkan, bahwa banyak hal yang harus disyukuri melalui makna film tersebut, khususnya bagi para kaum millenial yang hidup pada era saat ini.

“Film itu mengisahkan suatu kejadian di era kolonialisme yang memiliki suatu perbedaan antara sistim kehidupan di kolonialisme dan era saat ini yaitu millenial, dan itu harus jadi pembanding bagi anak-anak muda sekarang,” singatnya yang juga merupakan Ketua Jurusan FISIP di Univsitas Negeri Sriwijaya. (Wira)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here