Pasang Iklan Detik Sumsel
Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Netizen Mahasiswa FH UNSRI Suarakan Anti Contempt Of Court

Mahasiswa FH UNSRI Suarakan Anti Contempt Of Court

Tanggal : Pukul :
396
0
Tim Klinik etik FH UNSRI
Tim Klinik etik FH UNSRI

Palembang, Detik Sumsel,- Dalam rangka mewujudkan peradilan yang bersih, professional, dan berwibawa Komisi Yudisial menggandeng 6 (enam) Universitas yang ada di Indonesia. Salah satunya Universitas Sriwijaya (UNSRI).

Dikemas dalam Kegiatan Klinik Etik dan Hukum Fakultas Hukum Unsri ialah melakukan observasi dan kampanye anti Contempt Of Court atau penghinaan tentang sistem Peradilan ke beberapa instansi penegak hukum baik di Pengadilan dan instansi lainnya.

Dalam observasi yang dilakukan 19 orang Mahasiswa UNSRI di Pengadilan Tata Usaha Negara Palembang, Pengadilan Negeri Kayu Agung, Pengadilan Agama Kayu Agung dan Pengadilan Negeri Sekayu.,”Ini bertujuan untuk bagaimana system peradilan yang dijalankan oleh Pengadilan-Pengadilan tersebut apakah sudah berjalan sebagaimana seharusnya peradilan yang baik atau belum berjalan sesuai yang diharapkan.

Pada observasi nya yang dilakukan, mahasiswa melihat sidang secara langsung dan mengidentifikasi tindakan-tindakan yang dapat memicu Contempt Of Court. Ternyata masih banyak pihak yang meremehkan aturan tata tertib yang ada di dalam ruang persidangan tersebut contoh tata tertib di dalam ruang persidangan yaitu seperti dilarang memainkan handphone saat persidangan berlangsung, bersikap sopan, menggunakan pakaian yang pantas dan lainya.

Tetapi pada kenyataannya, sering kali pihak-pihak tidak mentaati aturan tata tertib tersebut. Tidak hanya masyarakat biasa tetapi aparat penegak hukum atau para actor di dalam peradilan itu sendiri pun melanggar tata tertib tersebut. Tata tertib di dalam persidangan hanya seperti hiasan saja. Selain mengenai masalah tata tertib, ke profesionalan penegak hukum yang berada di lembaga peradilan pun menjadi sorotan, banyak kasus di Indonesia dimana terdapat kericuhan yang diduga akibat tidak puasnya pihak terhadap putusan pengadilan.

Hal ini dapat memicu terjadinya Contempt Of Court. Memang benar, Contempt Of Court susah untuk dijelaskan dan cakupannya sangat luas. Selain itu belum ada aturan tersendiri yang mengatur Contempt Of Court ini sehingga tindakan-tindakan yang dianggap Contempt Of Court itu dianggap hal biasa saja dan tidak ada tindakan lanjut kepada pihak yang melakukan tindakan Contempt Of Court.

Selain observasi yang dilakukan mahasiswa Klinik Etik dan Hukum Fakultas Hukum Unsri juga memberikan alat peraga kampanye yang bertujuan untuk melakukan pencegahan Contempt Of Court. Alat peraga yang diberikan yaitu seperti Poster Tata Tertib, Poster yang berisi gambar mengenai tindakan Contempt Of Court, Brosur, Kartu Pengunjung Sidang dll. Melihat keadaan seperti ini, Komisi Yudisial menggandeng Klinik Etik dan Hukum Fakultas Hukum UNSRI untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadi agen etik yang dapat mencegah terjadinya Contempt Of Court.

Menurut Rahma salah satu pelaku Observasi kegiatan yang dilakukan ini sangat efektif untuk mencegah terjadinya Contempt Of Court, tetapi diperlukan juga kesadaran semua pihak untuk mencegah Contempt Of Court itu sendiri.,”Jadi marilah kita Tegakkan Etika, Cegah Contempt Of Court” Tukasnya.(Rahma Dwi maulina)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here