Detik
Pemprov

Lima Fakta Catatan Kinerja Kilang Pertamina III Plaju yang Tidak Banyak Orang Tahu

Palembang, Detik Sumsel – Pertamina Refinery Unit (RU) III Plaju sebagai kilang tertua di Indonesia tidak lepas peran utamanya sebagai pengolah bahan bakar minyak yang terus eksis diera digital saat ini.

rbagai inovasi dan pengembangan telah dilakukan untuk membuat kilang tertua ini mencapai optimalisasi dan kehandalan yang tertinggi dengan mengikuti perkembangan teknologi saat ini. Hal itu terbukti dari produk-produk berkualitas yang dihasilkan dan pencapaian 102,7 juta jam aman, sebagaimana yang disampaikan oleh General Manager RU III Plaju, Moh. Hasan Efendi, saat melaksanakan ramah tamah dengan 13 pimpinan redaksi media di Kota Palembang, beberapa waktu lalu, (28/01).

Bertempat di Taman Edukasi Pertamina RU III Plaju, Hasan juga menyampaikan lima fakta menarik lainnya tentang kinerja operasional Kilang Pertamina RU III Plaju, diantaranya:

Wujudkan Energi Hijau dengan Kembangkan Green Refinery, pertamina RU III Plaju untuk mengembangkan bahan bakar nabati yang berbasis CPO (kelapa sawit) yang merupakan bahan bakar lebih ramah lingkungan melalui Project Green Refinery.

Selain itu, dikarenakan kondisi ketersediaan bahan baku minyak mentah fosil yang semakin turun, terutama di Sumatera Bagian Selatan, sehingga mendorong Pertamina RU III Plaju untuk mencari alternatif sumber bahan baku energi baru dari CPO _(crude palm oil)_ yang cukup melimpah.

“Arah pengembangan saat ini adalah Green Refinery yang salah satunya memanfaatkan CPO (crude palm oil) menjadi bahan bakar yang ramah lingkungan,” ungkapnya.

Pengembangan Green Refinery ditargetkan beroperasi pada tahun 2024 dengan kapasitas 20 MBSD (Thousand barel per steam day) dan akan menghasilkan produk-produk ramah lingkungan, diantaranya Green Diesel, Green Avtur, Green Naphtha, dan Green LPG. Progress perkembangan Green Refinery sendiri saat ini sedang dalam tahapan Study FEED (Front End Engineering Design) dan Study AMDAL serta telah mendapatkan dukungan dari Pemda Kabupaten Banyuasin.

Baca Juga :   Jadi Wirausaha Harus PINTAR

“Kita sudah bisa mengolah minyak kelapa sawit menjadi Premium. Komposisinya tidak full, jadi 15% dari minyak kelapa sawit RBDPO yang turunan dari CPO dan 85% dari minyak mentah, tapi keluarnya jadi satu Premium,” lanjutnya.

Selain itu, pihaknya juga berhasil berinovasi yang menghasilkan produk Unggulan Breezon MC-32 dan Avtur Reborn Sebelumnya, Pertamina RU III Plaju telah meluncurkan produk _refrigerant_ baru, yaitu Breezon MC-32.

“Breezon MC-32 merupakan pengembangan dari produk yang terdahulu yaitu Musicool MC-22. Breezon MC-32 ini refrigerant yang lebih aman, ramah lingkungan, hemat energi dan tidak merusak ozon,” terang Hasan.

Dari berbagai upaya inovasi yang dilakukan, Pertamina RU III Plaju berhasil memproduksi Avtur kembali sejak bulan April 2020 dengan capaian kapasitas produksi 10.000 KL/bulan untuk memenuhi kebutuhan energi transportasi udara di Sumatera Bagian Selatan.

Hasan menambahkan , pihaknya juga beehasil membuat Bijih Plastik Polytam Sumbang Margin Tertinggi.

Polytam yang merupakan bijih plastik berjenis _polypropylene_ sebagai bahan baku pembuatan plastik di industri kemasan makanan dan minuman yang mempunyai kualitas tinggi, lebih tahan panas dan oksidasi, serta memiliki warna yang lebih putih.

“Sebagai produk non-BBM, Polytam merupakan penyumbang margin keuntungan tertinggi bagi Pertamina RU III Plaju,” ungkap Asteria Tri Wahjuni selaku Manager Refinery Planning & Optimization RU III Plaju yang turut mendampingi General Manager RU III Plaju.

Baca Juga :   Penjualan Hino Leader Dikelasnya

Pertamina RU III Plaju memiliki dua lokasi kilang, diantaranya Kilang Plaju yang didirikan oleh Shell dari Belanda pada tahun 1904 berkapasitas 110 MBSD dan Kilang Sungai Gerong yang didirikan oleh Stanvac dari Amerika Serikat pada 1926 berkapasitas 70 MBSD. Meski berumur lebih dari 100 tahun, kilang tertua di Indonesia ini masih mampu memproduksi produk-produk bahan bakar minyak yang berkualitas, dengan beberapa pengembangan teknologi kilang.

“Kita sudah bisa menghasilkan Pertamax dan produk lainnya yang bermacam-macam, termasuk produk unggulan Biosolar B30, Polytam, Musicool, HAP dan Breezon MC-32. Walaupun di tengah kondisi yang lesu karena pandemi, Alhamdulillah di tahun 2020 kita masih membukukan keuntungan yang signifikan, tidak kalah dengan kilang lain di Indonesia,” ungkap Hasan.

Di sela-sela acara ramah tamah dengan media ini, General Manager RU III Plaju juga mengajak para pimpinan redaksi media di Kota Palembang untuk melihat secara langsung proses produksi Kilang Pertamina RU III Plaju dari penerimaan minyak mentah hingga menjadi produk jadi.

Adapun fasilitas operasi utama pada Kilang Pertamina RU III Plaju yang dikunjungi, diantaranya Area Pengolahan Minyak Mentah Utama (CDU), Area Produksi Avtur (Avtur Treating Unit – CDGP), Area Produksi Breezon MC-32 dan Polytam (Polypropylene), serta Area Pengolahan Minyak Mentah Turunan (FCCU).

Hasan meminta dukungan kepada para pimpinan redaksi yang hadir untuk terus mendukung keberadaan Kilang Pertamina RU III Plaju di tengah masyarakat. (Ril/May)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

About Maya

Avatar

Check Also

Tingkatkan Jaringan Hingga 200 Persen, Selama Ramadhan

Palembang, Detik Sumsel – Memanjakan pelanggan setia selama Ramadhan, XL Axiata selain menghadirkan berbagai promo …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *