Iklan
Pemprov
Anggota DPRD Lahat Dapil II datangi pimpinan PT PLN UP3 Lahat, foto istimewa.

Lima Batang Karet Buat Gelap 800 Warga

Lahat, Detik Sumsel- Masih sering adanya pemadaman listrik di Kecamatan Merapi Selatan, membuat Andi Sucitra mendatangi langsung kantor PT PLN Rayon Lembayung Lahat, Senin (31/5) lalu. Andi satu-satunya anggota DPRD Lahat dapil II (Merapi Area) yang menyampaikan langsung keluhan masyarakat, terkait buruknya pelayanan dari PT PLN UP3 Lahat.

Setelah didatangi secara langsung, titik masalah seringnya listrik padam di Kecamatan Merapi Selatan akhirnya diketahui. Namun sayang pihak PLN belum bisa memberikan solusi, gara-garanya tidak ingin memberikan ganti rugi sebesar Rp 50 juta rupiah.

Menurut pihak PT PLN UP3 Lahat, pihaknya menyadari banyak keluhan masyarakat di Kecamatan Merapi Selatan soal pemadaman listrik. Faktornya selain perawatan ada juga karena faktor tidak terencana seperti gangguan pohon, hingga gangguan hewan yang tersengat listrik dan masih menempel di kabal listrik.

Baca Juga :   Hari Kartini, Perempuan Bangsa Bagi Takjil

“Gangguan bisa disebabkan dari ranting pohon, juga hewan seperti tupai dan monyet yang tersengat arus listrik. Kalau gangguan langsung terlepas itu mudah, kalau masih ada yang menempel kami harus cari dahulu dimana titik penyebabnya,” kata Tasili, Manajer PT PLN ULP Lembayung.

Selain itu, tutur Tasili, dari hasil pemantauan di lapangan ada lima batang pohon jenis karet milik warga yang tidak bisa di pangkas oleh pihaknya. Pemilik batang pohon tersebut meminta ganti rugi yang tidak bisa pihaknya sanggupi.

“Terutama di Desa Perangai, bulan Mei ini hampir 14 kali mati lampu. Kami tidak bisa berbuat maksimal, karena ada satu lahan kebun yang tidak boleh kami sentuh,” jawabnya.

Baca Juga :   Warga Banjar Negara Goyong Royong Perbaiki Jembatan Gantung

Menanggapi jawaban pihak PT PLN, Andi mengatakan, kendala yang terjadi itu seharusnya dikomunikasikan agar masalah pemadaman ini tidak terus berlanjut. Dirinya akan berusaha berbicara dengan pemilik kebun agar lima pohon itu bisa dipangkas, agar listrik untuk 800 jiwa warga Merapi Selatan tidak padam lagi.

“Permintaan pemilik kebun 1 batang diganti Rp 10 juta, jelas berat. Seharusnya ini bisa jadi ladang amal bagi pemilik kebun, karena dengan keikhlasannya memangkas 5 batang karet itu warga di Merapi Selatan tidak lagi terganggu oleh listrik padam,” kata Andi, Selasa (1/6). (Heru)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Polda Sumsel Musnahkan 3,5 Kg Sabu Asal Aceh

Palembang, Detik Sumsel — Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel kembali memusnahkan barang bukti narkoba sabu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *