Pemprov
Saribi DPO kasus perampokan penumpang speedboat saat dibawa ke ruang Unit IV Subdit III Jatanras Polda Sumsel

Licin Bagai Belut, DPO Perampokan Penumpang Speedboat Patah Kaki Setelah Terjun dari Jembatan

Palembang, Detik Sumsel — Terkenal licin seperti belut karena selalu lolos dari sergapan polisi. Saribi (30) buronan kasus perampokan penumpang speedboat di dermaga BKB pada Februari 2020 lalu akhirnya bertekuk lutut setelah diringkus anggota Unit IV Subdit III Jatanras Polda Sumsel pimpinan Kompol Zainuri.

Saribi ditangkap di pasar 9/10 Ulu saat sedang berjualan ikan di Pasar 10 Ulu. Namun saat akan ditangkap, Saribi berusaha melarikan diri dari kejaran petugas bahkan dengan cara melompat dari Jembatan hingga kaki kirinya patah.

Dihadapan polisi Saribi mengaku ia merampok bersama tiga temannya Rian , Dede dan Mursal yang sudah menjalani masa tahanan. Saat itu ia sedang duduk di dermaga BKB sambil menunggu penumpang.

Lalu datanglah korban Riki Putra Ananda (21) warga Desa Sri Agung Kecamatan Karang Agung Ilir Kabupaten Banyuasin untuk mengambil barang di speedboat jurusan Karang Agung.

Korban lalu dicegat tersangka Rian saat berjalan di Dermaga, dan Rian ” Nak Kemano?”. korbanpun menjawab hendak mengambil barang. Lalu ditanya Rian lagi ” Apo Jaminan Kau?” korban pun memberikan dompet dan KTP. Dompet tersebut berisikan uang Rp 50 ribu.

Baca Juga :   PMI Buka Pendaftaran Relawan Kemanusiaan Hadapi Covid 19

Tidak hanya itu tersangka Rian menarik korban ke warung sambil leher di cekik dan di todong pisau, korban pun mengeluarkan kunci motor.

Rian pun minta ditunjukan dimana sepeda motor di parkirkan. Sementara Dede dan Mursal mengambil HP korban kemudian langsung kabur, sementara Rian dan Saribi masih mengurusi sepeda motor korban.

“Waktu itu aku baru be nyampe bawa speedboat di BKB. Rian datang ngajak aku jadi aku ikut saja. Saat korban datang Rian langsung bertanya kepada korban. Bahkan Rian sempat marah saat korban hanya menyerahkan KTP dan dompet yang  berisikan uang Rp 50ribu , Rian pun langsung mencekik korban dan menodongkan pisau yang dia bawa kepada korban,” ujarnya, Jumat (4/12/2020).

Setelah dompet ,HP dan sepeda motor korban diambil. Saribi dan Rian langsung membawa motor korban ke SP Padang Kabupaten OKI dan dijual seharga Rp 2.7 juta.

“Motor itu laku 2,7 juta Uang hasil penjualan dibagi Rian. Aku dapat Rp 1 juta sedangkan Rian mengambil semuanya. Setelah kejadian itu dia tidak pernah lagi bertemu dengan tiga tersangka lainnya,” ujarnya.

Baca Juga :   Masyarakat Khawatir Parcel Kadaluarsa

Menurut Saribi uang Rp 1 juta yang dia dapat digunakannya untuk kebutuhan hidupnya. Pasalnya saat itu dia sedang tidak ada pekerjaan sedangkan anaknya ada lima yang harus dia hidupi.

” Sudah kejadian aku pindah yang semula rumah aku di 4 Ulu , sekarang aku pindah ke Jalan Pangeran Antasari Lorong Tembusan Kelurahan 14 Ilir Kecamatan IT I dan sudah ada pekerjaan yakni jualan ikan di pasar 10 Ulu,” ungkapnya.

Kasubdit III Kompol Suryadi mengatakan tersangka Saribi merupakan DPO terakhir kasus penodongan di dermaga BKB yang berhasil diringkus.

“Pelaku ini ditangkap anggota Unit 4 Subdit 3 Jatanras Polda Sumsel saat sedang melakukan razia masker. Saat itu tersangka sedang membersihkan ikan dan langsung ditangkap, ketika akan ditangkap tersangka kabur bahkan sudah diberi tembakan peringatan dan terukur masih tetap kabur dan bahkan terjun sehingga kaki kiri korban patah,” pungkasnya.(oji)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Fauzi

Avatar

Check Also

Ditembak Polisi, Pembobol Konter HP Ini Berjalan Terpincang – pincang

Palembang, Detik Sumsel — Hendra Suwandi alias Ujang (32) warga Jalan Pangeran Ratu Lorong Family …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *