Beranda Ekonomi Lewat JNE, Pempek Cek Yati Tembus Pasar Nasional dan Internasional

Lewat JNE, Pempek Cek Yati Tembus Pasar Nasional dan Internasional

Tanggal : Pukul :
2541
0
Cek Yati (baju hitam) bersama karyawannya memasukkan pempek dalam paket yang siap dikirim ke luar kota melalui jasa JNE.

SEJAK terbukanya akses pengiriman makanan melalui jasa ekspres dan logistik JNE, geliat perekonomian lokal warga Palembang semakin tumbuh, seiring banyaknya permintaan pengiriman Pempek. Hal inilah yang dirasakan oleh Cek Yati, pemilik warung Pempek di 32 Ilir Palembang. Dalam sebulan ia bisa mengirim 200 kotak paket kuliner khas Palembang tersebut, dengan omzet mencapai ratusan juta. Seperti apa? 


ABDUL MALIK- PALEMBANG


WAKTU berbuka puasa masih dua jam lagi, tapi warung Pempek Cek Yati di Jl Sultan Muhammad Mansur, Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II Palembang, sudah ramai dikunjungi pelanggan di hari ke 4 puasa Ramadhan, Minggu (20/5). Mereka rela antri lama demi menunggu pesanan pempek yang sedang disiapkan. Ada juga yang memilih untuk berbuka puasa di warung berkonsep rumah toko (Ruko) berukuran 7×4 tersebut, menunggu azan maghrib tiba, bersama rekan dan keluarga.

Kesibukan rupanya tidak terjadi di ruang depan saja. Di dapur, karyawan pempek Cek Yati sibuk menggoreng pempek. Sebagian lagi melumuri pempek dengan minyak sayur dan gandum untuk dimasukkan dalam paket pengiriman ke luar kota karena banyaknya permintaan selama bulan Ramadhan ini.

“Paketan ini akan kita kirim ke Bogor,” kata Cek Yati (55) memulai perbincangan dengan Detik Sumsel sembari menunjukkan paket pempek yang sudah tersusun rapi di atas meja.

Cek Yati mengatakan, dalam setiap bulannya selalu ada saja paketan untuk dikirim ke luar kota. Mulai ke daerah Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua. Tapi memang yang terbanyak pengiriman ke daerah Jabodetabek dan Bandung. “Dalam sebulan kita kirim setidaknya 200 kotak paket pempek yang berisi antara 100-150 pempek kecil. Kalau menjelang akhir Ramadhan dan lebaran bisa lebih dari itu,” kata Cek Yati sembari menyebut tidak sedikit pelanggan di luar kota yang membeli untuk dijual lagi di daerahnya.

Wanita paruh baya ini menerangkan, untuk pengiriman ia selalu menggunakan jasa paket YES JNE yang sehari sampai. Sebab pempek paling lama bertahan tiga hari, makanya butuh ekspedisi yang memang menjamin kecepatan barang sampai di tangan pembeli.

Sejak tiga tahun terakhir banyak permintaan kiriman ke luar seiring mulai ramainya pengiriman melalui JNE dan jasa logistik lainnya,” kata ibu lima anak ini menceritakan usaha warung pempek yang ia rintis sejak tahun 2008 lalu. 

Alhamdulillah rezeki kami menjadi bertambah dengan dipermudahnya akses pengiriman ke luar kota. Ini sangat membantu kami sebagai pedagang pempek,” katanya kemudian. 

Masih menurut Cek Yati, karena repot melayani banyaknya permintaan setiap harinya, maka proses pengiriman melalui JNE biasanya ke Agen oleh pembeli secara langsung, kebetulan tepat di depan warung pempek Cek Yati yangberada di wilayah kuliner pempek 32 Ilir terdapat agen JNE.

Baca Juga :   Denda Rp 750 Ribu Dianggap 'Lebay'

“Kalau paket sudah siap kami panggil mereka, atau sebaliknya kami yang anter ke JNE bahwa ada paketan. Memang repot karena saya orangnya belum bisa transaksi via transferan, itu pun dibantu anak dan karyawan. Pernah memang ada penawaran JNE di warung ini, tapi sekali lagi karena repot jadi kami manual saja, ada paket langsung hubungi agen yang beli langsung kami arahkan, toh agen JNE sekarang dekat ada dimana-mana,” tuturnya menunjuk Agen JNE  yang bersebarangan dengan warung Pempek miliknya.

Rupanya, pengriman pempek Cek Yati bukan di daerah Indonesia saja, tapi juga sudah menembus pasaran internasional. Rasa pempek yang enak dengan harga yang bersahabat membuat pempek Cek Yati ini cocok dilidah semua orang tak terbatas warga Palembang saja. “Saya kirim Ke Jepang, Saudi Arabia, dan Belanda. Selalu ada saja permintaan setiap bulannya walau lebih mahal biaya kirimnya. Pengriman ini awalnya dari warga sini (Palembang, red) yang bekerja di luar negeri, kemudian keluarganya kirim dan sekarang rutin sebab katanya orang sana juga suka,” ungkapnya.

Sebulan Omzet Tembus Ratusan Juta

Customer service JNE mengecek dan menimbang paketan Pempek sebelum dikirim kedaerah tujuan

Masih menurut Cek Yati, harga pempek yang ia jual sangat bersahabat dengan kantong, pempek kecil yang terdiri dari pempek kulit, adaan, lenjer dan telor Rp1.000 perbiji. Sementara pempek Kapal Selam (Besar), Rp10 ribu. Tersedia juga model dan tekwan Rp5 ribu dan otak-otak Rp2.500. “Biasanya yang dipesan buat paketan hanya pempek kecil dan kapal selam,” ungkap Cek Yati yang menyebut pengiriman ke luar kota dan luar negeri ongkos kirim ditanggung pembeli.

Jika hari biasa, pempek Cek Yati bisa menghabiskan 60-80 kg ikan Tenggiri. Nah, di bulan Ramadhan ini bisa mencapai 100 kg ikan dengan perbandingan yang sama dengan sagu/gandum atau sekitar 8-9 ribu pempek diluar Model dan Tekwan. “Apalagi ditambah banyaknya pengiriman ke luar, kalau menjelang Lebaran lebih banyak lagi karena banyak warga sini yang mengirim ke sanak keluarga dan kerabat yang di luar kota,” sambungnya.

Cek Yati membeberkan omzet warung pempeknya dalam sebulan mencapai ratusan juta rupiah. Rata-rata sehari bisa Rp7 juta dan kalau weekend bisa mencapai Rp9 juta. “Bulan Ramadhan jelas naik, karena permintaan paket pempek meningkat terutama menjelang lebaran,” katanya. Ia juga menyebutkan bahwa dibantu oleh 4 karyawan di depan melayani pembeli dan 4 lagi di bagian dapur sekaligus menyiapkan paketan.

Baca Juga :   Tunggu Paket Lelang, BBPJN Wilayah V Tambal Sulam Jalan Berlubang

Wanita asli keturunan Palembang ini mengaku, ingin berusaha mengembangkan warung pempeknya dengan membuka cabang ke tengah kota. Sebab banyak permintaan dari pelanggan agar bisa mengajak tamu yang datang dari luar kota menikmati pempek Cek Yati tapi mudah aksesnya. “Ya kedepan akan buka cabang, dan konsen mengurusi pengiriman ke luar Palembang karena banyaknya permintaan. Tapi mungkin nanti yang mengurus anak saya yang lebih mengerti teknologi dan pengiriman barang,” katanya.

Ia menyebutkan kendala saat ini semua racikan masih melalui tangannya, mulai dari olahan pempek sampai pembuatan cuka yang menjadi ciri khas sehingga dapat memanjakan lidah pelanggan. “Semuanya saya olah sendiri, nanti kalau ada yang bisa membantu mengolah dan saya hanya mengontrol saja mungkin lebih mudah membuka cabang, mohon doanya saja, biar sehat dan bisa terus dagang,” tukasnya.

Kirim 2-3 Ton Pempek Sehari

Branch Manager JNE Palembang Muhammad Daud

Branch Manager JNE Palembang, Muhammad Daud mengakui pempek mendominasi pengiriman paket kategori makanan ke luar Palembang. Dalam sehari, setidaknya dari tota 6-7 ton pengiriman, 2-3 ton diantaranya merupakan pempek.

“Perbandingannya 45 persen pempek (makanan), dan 55 persen paket dan dokumen lainnya,” kata Daud ketika dikonfirmasi.

Dikatakan Daud, sejak meningkatnya jual beli online, maka pengiriman pempek juga ikut meningkat. Apalagi di bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran dipastikan pengiriman pempek akan meningkat tajam.

“Pengalaman tahun lalu, pemgiriman makanan menjelang lebaran justru lebih banyak, perbandingannya bisa 70 persen dan dua kali lipat dari bulan-bulan sebelumnya,” katanya.

Memudahkan pelanggan, tambah Daud, khusus pempek ini pihaknya menyiapkan jasa pengiriman Spesial Service (SS) yang tiba ke alamat tujuan di hari yang sama. Program jasa ini di atas paket Yes (Yakin Esok Sampai) yang maksimal pengiriman sehari.

“Jadi kalau SS ini mengirim pempek hari ini dibawah pukul 09.00 WIB, sore harinya sudah sampai tujuan. Kalau YES kirim hari ini besok sampai. Saat lebaran pun kita masih buka seperti biasa memberikan pelayanan jasa pengiriman kepada konsumen,” tukasnya.

Bagaimana dengan kiriman ke luar negeri? Kata Daud ada paket khusus bagi masyarakat yang ingin mengirim makanan ke luar negeri atau dikenal dengan international service. “Ada tapi sedikit karena biayanya memang mahal, untuk pempek besaran biaya kirim ketimbang pempeknya. Misalnya harga paket pempek Rp 200 ribu, tapi biaya kirimnya bisa mencapai Rp1 juta. Selain memang tidak semua negara bisa kita tuju, ada negara-negara tertentu saja,” tutupnya. (*)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here