Pemerintah Sumatera Selatan
TAG TOYOTA
BANK INDONESIA
17 Agustus 2020
Beranda Ekonomi Lestarikan Makanan Khas Sumsel, KJ Pastel Hadirkan Sambal Dusun

Lestarikan Makanan Khas Sumsel, KJ Pastel Hadirkan Sambal Dusun

Tanggal : Pukul :
135
0
Onwer KJ Pastel , Ika Wahyuni saat menunjukkan sambel dusun
Onwer KJ Pastel , Ika Wahyuni saat menunjukkan sambel dusun (maya/detiksumsel.com)

Palembang, Detik Sumsel – Prihatin melihat Sumsel diserbu produk kulinernya luar Palembang mulai dari makanan berat, makanan ringan hingga sambal, membuat Ika dan suami tergerak mengangkat produk lokal agar juga dikenal luas.

Onwer KJ Pastel, Ika Wahyuni mengatakan, produk sambal dusun ini baru dua bulan terakhir ini diproduksi dan kreasi membuat kuliner khas Sumsel ini diolah dalam bentuk Bekasam dan Rusip.

Bekasam adalah produk olahan ikan yang difermentasi menjadi lauk, yang biasanya diolah dengan cara ditumis bersama bumbu sambal lainnnya. Makanan ini menimbulkan cita rasa asam dan asin, karena perpaduan asam dari permentasi ikan dengan nasi yang digabung dengan garam.

Ditambahkanya, makanan ini populer ditemui di sejumlah daerah di Sumsel yang cocok dikombinasikan dengan sayuran atau lalapan dengan nasi hangat.

“Efek Corona jadi kreatif berpikir mau masak apa karena olahan ayam, ikan atau daging sudah biasa sehingga mencari yang khas jadi muncul membuat Bekasam,” ujarnya, Jumat (10/07).

Baca Juga :   Raih Enam Penghargaan, Bentuk Konsistensi Telkomsel Mendukung Gaya Hidup Pelanggan

Ia menambahkan, usaha Bekasam yang diberi nama sambal dusun KJ Pastel ini sudah dimulai sejak dua bulan lalu. Satu bulan bisa memproduksi 10 kilo ikan sungai sebagai bahan bakunya atau 500 botol. Ikan sungai yang dijadikan bahan utama bekasam yakni ikan lambak atau sejenis ikan betino ukuran kecil, ikan sepat juga seluang. Semua ikan ini asli ikan air tawar yang mudah dijumpai di Sumsel.

Ika kemudian memproduksi Bekasam ini, bukan cuma mentah saja tapi dibuat menjadi siap santap yang sudah dimasak bersama bumbu cabai, bawang, garam, dan penyedap kaldu jamur. Sambal ini dibuat tanpa menggunakan pengawet sehingga hanya bisa bertahan empat hari di suhu ruangan dan dua bulan jika disimpan dalam freezer.

Baca Juga :   Tawarkan Paket Outside Cathering, Akad Saja Dulu

Sementara itu rusip udang dan rusip ikan, dia beli dari Bangka kemudian dimasak menjadi sambal siap santap juga sama seperti Bekasam, sehingga praktis tinggal makan bersama nasi dan lauk juga lalapan.

Sambal ini dijual dalam botol ukuran 200 ml yang dibandrol Rp 30 ribu per botol. Hingga kini sambal dusun Bekasam dan rusip ini sudah terjual secara online hingga luar kota ke Jakarta, Yogyakarta, Jambi, Lampung, Bengkulu dan kota lainnya.

“Biasanya yang beli tetap orang asli Sumsel, untuk mengobati kangen makanan ini karena dirantau tidak tersedia, selain itu kita hadirkan juga agar jadi sambal asli di rumah sendiri dikenal dengan produk sendiri,” ujarnya (May)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here