Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Daerah Launching Bus Trans Baturaja, Kuryana Minta Ongkos Dibayar Dengan Sampah

Launching Bus Trans Baturaja, Kuryana Minta Ongkos Dibayar Dengan Sampah

Tanggal : Pukul :
319
0
Bupati OKU Drs Kuryana Aziz saat memecahkan kendi tanda mulai beroperasinya Bus Trans Baturaja. 

Baturaja, Detik Sumsel — Dinas Perhubungan Kabupaten Ogan Komering Ulu mulai mengoperasikan Bus Rapid Transit (BRT) bantuan Kementrian Perhubungan RI Tahun 2018, Senin (15/4).

Pengoperasian perdana BRT yang dinamai Bus Trans Baturaja ini ditandai dengan pemecahan kendi yang dilakukan langsung Bupati OKU Kuryana Aziz didampingi Wakil Bupati OKU Johan Anuar serta disaksikan Ketua PN Baturaja Dennie Arsan Fatrika SH MH, Kabag Ren Polres OJU Kompol Djoko Susilo dan tamu undangan lainnya.

Kepala Dishub OKU Aminelson dalam laporannya menyampaikan, bus Trans Baturaja ini merupakan angkutan perkotaan. “Ada 5 Bus yang kita launching pada hari ini (15/4),” Kata Aminelson.

Bus ini dioperasikan dangan rute Baturaja- Semidanh Aji (PP), Baturaja – Lubuk Batang dan Peninjauan, Baturaja- Batumarta serta Baturaja – Lengkiti. “Untuk sementara sebelum adanya penetapan besaran tarif, bus ini gratis untuk masyarakat,”katanya.

Dikatakan Aminelson, pengoperasian BRT ini dalam rangka memenuhi moda transportasi angkutan orang yang aman, nyaman dan terjangkau. Pada awalnya dituturkan Aminelson, Pemkab OKU melalui Dishub OKU mengusulkan 10 bus ke kementrian hanya saja pada akhir 2018 kemarin hanya di Acc 5 bus.  “Insyallah pada tahun 2020 nanti kita kembali mendapatkan bantuan Bus,”ucapnya.

Sementara itu Bupati OKU Drs Kuryana Aziz memimta pihak Dishub OKU, agar bisa mengoperasikan bus ini dengan maksimal, menurut Kuryana bus ini diterima pada bulan November lalu dan baru bisa dioperasionalkan hari ini.

“Apakah ini nantinya maksimal, saya minta ini bisa dioperasikan secara maksimal, sebab masih banyak daerah lain yang ingin dapat bantuan bus ini,”ujarnya.

Kuryana juga meminta Dishub OKU agar gencar mempromosikan bus ini, apa lagi awal pengoperasian ini gratis, nanti setelah normal baru ada tarif. “Kalau bisa kedepan ongkosnya diganti dengan sampah plastik ataupun sampah yang bisa didaur ulang, hal ini bisa mengurangi sampah di OKU, apa lagi sesuai program kita harus dapat mengurangi jumlah sampah hingga 70 persen,”tukasnya.(fei)

 

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here