Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Daerah Lauhan GB dan Cencu Paling Diminati

Lauhan GB dan Cencu Paling Diminati

Tanggal : Pukul :
189
0
Ismail saat mengenalkan berbagai jenis ikan Louhan yang ada di tokonya

Palembang, Detik Sumsel– Ikan Lauhan kembali dilirik pecinta ikan hias tanah air. Pelan tapi pasti, ikan air tawar yang memiliki benjolan di atas kepalanya ini kembali bersinar, selah redup beberapa tahun lalu.

Diketahui awal tahun 2000-an lalu, ikan yang juga diminati karena warna dan bercak menyerupai tulisan di badannya ini menembus harga ratusan juta. Meski tak secemerlang dulu, tapi kini ikan Lauhan kembali diminati.

Pantauan Detik Sumsel di Pasar Burung Palembang, banyak pedagang ikan menjajakan Lauhan. Baik di jajaran depan (kaki lima, red), maupun di dalam aquarium di galeri. Begitu juga dengan makanannya ramai dijajakan seperti anak ikan gabus, udang, cacing sutra dan pelet.

“Sekarang banyak orang datang mencari ikan Lauhan, bahkan dari luar kota,” kata Ismail penjual ikan Louhan di Pasar Burung, Jalan Beringin Jenggut Palembang saat dibincangi Detik Sumsel, beberapa waktu lalu.

Pria yang telah puluhan tahun berdagang ikan ini menerangkan, ikan Lauhan diminati karena banyak keunikannnya. Mulai dari warna, postur tubuh, jenong,  hingga cahaya mutiara yang terpancar dari sisik-sisiknya.

Baca Juga :   Banyak Hewan Kurban Tak Layak di Palembang

“Kita disini menjual lebih ke jenis Louhan Super Red Dragon (SRD), Cencu, Golden Base (GB) dan Kamfa. Untuk jenis lainya sebetulnya banyak, seperti Golden Red, Bonsai, Super Red Synspilum (SRS), Kemalau, Super Red Texas (SRT), Strom, Rainbow King, serta Super Red Monkey (SRM),” ungkap.

Menurut Ismail, setiap jenis ikan Loauhan memiliki daya tarik sendiri bagi para pecinta ikan. Namun untuk di tokonya sendiri, jenis GB dan Cencu memiliki banyak peminat.

“Kalau sekarang itu jenis Golden Base (GB) dan Cencu yang banyak diminati. Untuk harganya sendiri itu beragam, mulai dari harga Rp100 ribu untuk jenis lokal, dan untuk yang impor itu ada yang harga Rp200 ribuan keatas,” ujarnya.

Ismail juga mengakui, meski tidak sebanyak seperti di tahun 1990-2000-an awal, para pecinta ikan Louhan hingga saat ini masih tetap ada. “Meski sekarang pecinta ikan Louhan sudah berkurang, namun pecinta ikan lohan tetap masih ada,” tuturnya.

Terpisah, Naufal pembudidaya Ikan Lauhan di Tangga Buntung membenarkan jika kini peminat Lauhan  ramai kembali, meskipun tidak setenar dahulu. “Banyak sekali yang ambil ikan di saya, baik secara partai besar maupun orang-orang yang sengaja datang,” katanya.

Baca Juga :   Banyak Hewan Kurban Tak Layak di Palembang

Dijelaskan pria yang sudah menggeluti budidaya ikan Lauham sejak tahun 1992 ini, ikan yang paling banyak diminati jenis Cencu. Iapun membudidaya ikan Lauhan khas lokal tamah air tersebut. “Untuk anak-an beragam mulai dari Rp50 ribu, sampai dewasa tergantung warna, jenong dan jenisnya bisa jutaan rupiah harganya,” jelas Naufal.

Masih menurut Naufal, ikan Lauhan termasuk jenis ikan hias yang mudah dirawat, yang penting diberi makan teratur dan kebersihan aquariumnya. “Umur 8 bulan, ikan ini sudah bisa dikawinkan. Dan biaa bertelor. Yang penting oksigennya tetap hidup itu sangat membantu,” ulasnya.

Diakuinya, pecinta Ikan Lauhan ini membentu komunitas-Komunitas. Selain untuk kepentingan kontes juga saling tukar informasi. “Nah jika menang kontes, Ikan Lauhan bisa mencapai puluhan juta, bahkan ratusan. Kontes ini rutin digelar, juga sebagai edukasi bagi masyarakat yang cinta ikan hias,” pungkasnya. (Wira)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here