Iklan

Detik
Pemprov
Kuasa hukum terdakwa Bada'udin, Alamsyah Hanafiah SH MH saat membacakan eksepsi dihadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Pangkalan Balai Banyuasin

Laporkan Dugaan Politik Uang Caleg DPR RI, Relawan Pemilu Jurdil Dikriminalisasi Jadi Terdakwa

Palembang, Detik Sumsel — Laporan dugaan kasus Money Politic dengan membagikan kain sarung dan baju rebana di Desa Ujung Tanjung, Kabupaten Banyuasin yang dilakukan KM Caleg DPR RI pada Pemilu April 2019 lalu ke Bawaslu RI Jakarta pada 24 April 2019 lalu dengan pelapor Baha’udin.

Serta Rizal melapor ke Bawaslu Sumatera Selatan pada tanggal (22/04/2019) dengan barang bukti kain sarung yang ada tulisan anggota DPR RI berinisial KM. Usai membuat laporan, terdakwa Bada’udin memberi keterangan kepada media.

Akibat laporan ke Bawaslu dugaan adanya money politic dan berita di sejumlah media tersebut Bada’udin di laporkan Rusman Hakin, Kades Desa Ujung Tanjung Banyuasin, ke Ditreskrimsus Polda Sumsel. Dengan tuduhan penggelapan kain sarung dan baju rebana atau pasal 372.

Serta kasus pencemaran nama baik pasal 378 dan pada tanggal (20/05/2019) terdakwa ditahan penyidik karena telah ditetapkan jadi tersangka hingga tanggal (18/06/2019).

Dari laporan kasus penggelapan tersebut membuat Baha’udin duduk dikursi pesakitan sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Pangkalan Balai Baha’udin pun didakwah dengan dakwaan penggelapan kain sarung dan baju rebana yang barang buktinya disita oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Sumsel dari Bawalu RI.

Baca Juga :   MY Buka FGD dan Visitasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional

Tim kuasa hukum Baha’udin H Alamsyah Hanafiah SH MH dan pathner membacakan eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Shanty Meriane SH dan Prita Sari SH, dengan surat dakwaan JPU No. Reg. Perkara : PDM-1527/L.619/08/2019 tertanggal 22 Agustus 2019 di Pengadilan Negeri Banyuasin, Sukajadi Talang Kelapa Banyuasin, Kamis (12/9) siang.

Tim kuasa hukum yang membacakan eksepsi secara bergantian mereka menilai dakwaan jaksa tidak jelas, kabur, tidak cermat dan harus batal demi hukum karena laporan terdakwa Baha’udin ke Bawaslu dalam kasus dugaan Money Politic adalah legal sebagai penegakan hukum dalam pileg yang lalu.

“Dalam dakwaan yang dilaporkan adalah Rizal, namun yang menjadi terdakwa klien kami Baha’udin. Serta yang janggal nya lagi barang bukti kain sarung dan baju rebana disita dari Bawaslu sebagai lembaga negara. Dan barang bukti harganya di bawah Rp2 juta dan pencemaran nama baik tuntutannya di bawah 5 tahun, dan terdakwa mestinya tidak di tahan,” beber Alamsyah.

Baca Juga :   Pasca Bentrok Warga dengan Perusahaan Sawit, Polres Lahat Perkuat Pengamanan

Menurutnya, kliennya dijadikan tersangka hingga menjadi terdakwa merupakan bentuk dikriminalisasi oleh aparat dan oknum tertentu. Hal ini disampaikan dalam judul eksepsi kuasa hukum terdakwa.

Dijelaskannya, barang bukti yang disebutkan dalam dakwaan berupa sarung dan baju rebana disita tidak berada di tangan terdakwa namun barang bukti sarung dan baju rebana disita oleh penyidik Ditreskrimsus dari Bawaslu. “Itu lembaga negara jadi laporan dugaan money politik KM tidak diproses Bawaslu karena barang bukti disita penyidik Polda Sumsel,” ungkap advokat senior ini.

Sidang lanjutan akan digelar minggu depan Pengadilan Negeri Sukajadi dengan agenda mendengarkan tanggapan jaksa terhadap esepsi penasehat hukum terdakwa.(oji)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

About Fauzi

Avatar

Check Also

Maksimalkan Layanan Kesehatan RSUD, Bupati OKI Resmikan Unit Hemodialisis

Kayuagung, Detik Sumsel-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung terus meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *