KPU Sumatera Selatan

Lampaui Target, PT. Pertamina EP Asset 2 Tingkatkan Produksi Migas

0
237
Tampak salah satu lokasi pengeboran minyak milik PT Pertamina EP Asset 2 untuk mencari sumber cadangan minyak. (Ichal/detiksumsel)
Tampak salah satu lokasi pengeboran minyak milik PT Pertamina EP Asset 2 untuk mencari sumber cadangan minyak. (Ichal/detiksumsel)

Prabumulih, Detik Sumsel – PT Pertamina EP Asset 2 terus berupaya meningkatkan produksi minyak dan gas. Hal ini dilakukan untuk memenuhi suplai kebutuhan energi kepada konsumennya.

Nah, perusahaan yang merupakan salah satu unit kerja dari PT Pertamina EP inipun juga berhasil dalam pencapaian target produksinya. Diakhir Triwulan III tahun 2018 ini, capaian rata-rata produksi gas yang dihasilkan oleh PT Pertamina EP Asset 2 mencapai 434.5 mmscfd (million standard cubic feet per day) atau juta kaki kubik per hari.

Jumlah ini melebihi target yakni 109% dari target yang telah ditetapkan yakni 402.01 mmscfd. Perolehan produksi tersebut didapat dari kinerja empat field (lapangan) yakni Prabumulih Field, Limau Field, Pendopo Field dan Adera Field.

”Peningkatan produksi gas ditunjang oleh work over dan investasi pada kompresor secara bertahap sehingga serapan gas dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen,” ujar General Manager PT Pertamina EP Asset 2, Astri Pujianto.

Pujianto menjelaskan, agar dapat memenuhi permintaan, pihaknya akan teeus berupaya melakukan peningkatan jumlah produksi. Salah satunya yakni dengan mencari sumber cadangan migas baru untuk di ekplorasi.

Baca Juga :   Peduli Korban Gempa dan Tsunami Palu, Musisi Prabumulih Gelar Bakti Sosial

“Hingga akhir September 2018, Pertamina EP Asset 2 telah menjalankan enam kegiatan pengeboran sumur eksploitasi yang terdiri dari pengeboran sumur NR-53, TLJ-39INF, NR-58, TLJ-B35, PMB-P23, dan BEL-TGS dari total target WP&B (work program & budget) sebanyak sembilan sumur pengeboran baru di tahun 2018,” bebernya.

Sementara itu untuk produksi minyak, PT Pertamina EP Asset 2 mencatatkan realisasi year to date (ytd) sebesar 16.929 bopd (barrel oil per day) atau barel per hari. Angka ini diproyeksikan akan bergerak naik diakhir 2018 menuju angka 17.905 bopd. Di akhir triwulan 2018, Pertamina EP Asset 2 akan melakukan speed up program bor, work over, reparasi, perawatan serta penyelesaian pekerjaan surface penunjang produksi sumur seperti flowline, dan stasiun pengumpul.

“Tantangan utama dari Asset 2 tidak hanya terkait permasalahan utama sumur produksi pada umumnya seperti decline date melainkan juga kondisi lapangan yang mature. Menjadi tantangan bukan hanya mature dari reservoir, melainkan juga mature secara peralatan produksi di permukaan,” jelasnya.

Untuk itu, sambung Puji, perhatian juga tidak hanya diberikan kepada kondisi di bawah permukaan, namun juga melalui pemeliharaan fasilitas produksi dan pendukung dengan optimal. PT Pertamina EP Asset 2 merupakan backbone dari PT Pertamina EP.

Baca Juga :   Melalui Program Beasiswa, Pertamina Cetak Lulusan Berprestasi 

“Secara kinerja, produksi gas dari unit kerja yang secara administratif berada di wilayah Sumatera Selatan ini menyumbang 43% dari total keseluruhan produksi gas PT Pertamina EP. Secara finansial, Asset 2 juga mencatatkan kinerja yang positif. Realisasi kinerja keuangan hingga akhir Agustus telah mencapai 87% dari target revenue yang berada di kisaran $800 juta,” tutur Puji yang juga mengaku optimis akan membukukan kinerja finansial di atas 100% untuk 2018.

Seluruh pasokan migas di Asset 2 disalurkan untuk pemenuhan konsumsi energi di dalam negeri. Produksi minyak seluruhnya dialirkan melalui pipa dari Pusat Pengumpul Produksi (PPP) di Prabumulih Field dan Adera Field ke Pertamina Refinery Unit III Plaju yang ada di Plaju. Sementara itu untuk hasil gas langsung disalurkan ke konsumen yang ada di wilayah Sumbagsel dan Jawa antara lain  PT Pupuk Sriwidjaya, PT Elnusa Prima Elektrika, jaringan gas Prabumulih, processing plant PT Perta Samtan Gas, serta PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (Ichal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here