Pemerintah Sumatera Selatan
TAG TOYOTA
BANK INDONESIA
17 Agustus 2020
Beranda Kriminal Lagi Kapal Tanker Tabrak Jukung di Sungai Musi, Peran KSOP Dipertanyakan

Lagi Kapal Tanker Tabrak Jukung di Sungai Musi, Peran KSOP Dipertanyakan

Tanggal : Pukul :
763
0
Lagi Kapal Tanker Tabrak Jukung di Sungai Musi, Peran KSOP Dipertanyakan
Jukung MS Andi Saputra yang karam setelah ditabrak kapal Tanker di perairan Upang, Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin

Palembang, Detik Sumsel — Belum hilang ingatan publik dengan peristiwa ditabraknya jukung MS Anugerah oleh kapal Tanker di perairan Selat Ajaran, Desa Upang Jaya Banyuasin pada Jumat 19 Juni 2020 lalu.

Kini kecelakaan serupa kembali terulang di perairan sungai. Lantas dimana peran Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan sebagai pemandu kapal.

Kecelakaan menimpa jukung MS Andi Saputra yang bermuatan kayu gelam. Jukung MS Andi Saputra yang nahkodai Zulfikar hancur dan tenggelam diduga ditabrak kapal Tanker Kirana Quartiya / Singapura.

Tabrakan ini terjadi di Perairan Upang Desa Upang Induk Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin Jumat (10/7) sekitar pukul 23.00 WIB.

Kapal Tanker Kirana Quartiya / singapore diduga yang menabrak jukung MS Andi Saputra

Ditemui di Mako Dit Polairud Polda Sumsel Sabtu (11/7) siang salah ABK Jukung MS Andi Saputra Samsul Bahri (40) warga Tanjung Baru Kecamatan Muara Padang Kabupaten Banyuasin menceritakan kejadian tabrakan terjadi di malam hari sekitar pukul 23.00 saat jukung yang ia tumpangi ditabrak dirinya sedang duduk santai dijendala samping.

“Secara tiba-tiba ada kapal yang diduga kapal tangker langsung menabrak jukung kami. Seketika jukung kami pecah lalu karam,”katanya kepada wartawan.

Baca Juga :   Awal Juni, Ini Jumlah Kasus yang Diungkap Ditreskrimum dan Ditres Narkoba Polda Sumsel

Saat kejadian, kata Samsul air sungai lagi pasang. Kapal yang menabrak jukung yang ditumpangi tidak memberikan tanda-tanda atau suara klakson sehingga jukung tidak bisa menghindar hingga ditabrak.

“Setelah pecah jukung kami lalu terbalik badan saya sempat terjepit sehingga tidak bisa keluar. Beruntung ada nelayan yang menolong saya,”tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan Samsul penumpang jukung MS Andi Saputra berjumlah empat orang termasuk nahkodai dan tiga ABK masing-masing Zulfikar (29) warga Tanjung baru Kecamatan Muara Padang Kabupaten Banyuasin (nahkoda) , Sodir (28) warga Desa Tanjung Baru Kec Muara Padang Kab Banyuasin (ABK), Andi Saputra (20)warga Desa Tanjung Baru Kecamatan Muara Padang (ABK) dan Samsul Bahri (ABK)

Jukung MS Andi Saputra bermuatan kayu gelam 3650 batang berangkat dari Muara Padang tujuan Kenten Laut.

“Jukung kami berangkat dari Muara Padang akan ke Kenten Laut. Waktu ditabrak Jukung kami maupun kapal yang menabrak jukung kami sama sama akan mengarah ke Palembang,”bebernya.

Baca Juga :   Pembunuh Paman Kandung di Kertapati Diringkus, Ini Motif Pelaku Membunuh Korban

Sementara itu, Direktur Polairud Polda Sumsel Kombes Pol Yohanes S Widodo ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kecelakaan yang menimpa jukung MS Andi Saputra di perairan Upang, Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin.

“Jukung MS Andi Saputra bermuatan 3650 batang kayu gelam berangkat dari Muara Padang tujuan Gasing saat di lokasi kejadian Jukung MS Andi Saputra ditabrak diduga kapal Tanker,ā€¯Katanya.

Saat ini, kata Widodo Subdit Gakkum Direktorat Polairud Polda Sumsel masih melakukan penyelidikan kapal apa yang menabrak jukung MS Andi Saputra. Dari peristiwa ini seluruh penumpang jukung MS Andi Saputra berjumlah empat orang semuanya selamat.

Disinggung apakah kapal yang menabrak jukung MS Andi Saputra adalah kapal berbendera asing, Widodo tidak mau memberikan penjelasan karena Subdit Gakkum masih melakukan pendalaman.

“Karena belum pasti apakah kapal yang menabrak jukung MS Andi Saputra kapal berbendera asing jadi kami belum bisa menyimpulkan. Yang jelas kami masih melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi semuanya dari Jukung MS Andi Saputra,”tandasnya.(oji)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here