Iklan

Detik
Pemprov
Kasi Peningkatan Kapasitas, M Khairul, bersama anggota Kecamatan Lahat menunjukkan hasil sampah yang dipilah. Foto Heru/DS

Kurangi Volume Sampah, Bank Sampah Salah Satu Solusinya

Lahat, Detik Sumsel — Dinobatkannya Kabupaten Lahat sebagai peraih Piala Adipura, tujuh kali berturut-turut. Rupanya tidak membuat Pemkab Lahat, jadi terlena soal kebersihan lingkungan. Pemkab Lahat terus mencari inovasi, bagaimana cara agar bisa mengurangi volume sampah di Kabupaten Lahat.

Untuk mewujudkan hal tersebut, wacana membuat Bank Sampah di tiap Desa/Kelurahan, bakal digalakkan. Pasalnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lahat mencatat, dari sekitar 403.000 jiwa penduduk, sampah yang terkumpul mencapai 94.49 ton perhari. Setelah dilakukan depostation/pemilahan, hanya sekitar 24.42 ton sampah perhari yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Dengan adanya bank sampah, jelas akan mengurangi volume sampah, khususnya di Kota Lahat. Karena sejak di rumah tangga,  sampah sudah dipilah antara sampah yang bernilai ekonomis atau tidak,” ujar Kepala DLH Lahat, Misri, melalui Kasi Peningkatan Kapasitas, M Khairul, Jumat (19/7).

Baca Juga :   Sebar 725 Batang Bibit Durian Semenguk Sakti

Lanjut Khairul, Kota Lahat yang jadi titik penilaian piala adipura, jadi penyumbang sampah terbesar di Kabupaten Lahat. Setidaknya 9.64 ton perhari sampah terkumpul,  berasal dari sampah pusat perniagaan 3.91 ton, sampah kantor 2.11 ton, sampah kawasan terbuka 1.81 ton, dan sampah fasilitas publik sebanyak 1.80 ton perhari.

“Bisa dimulai dari perkantoran dulu. Untuk menggalakkan masyarakat Lurah/Kades, bagusnya memberikan surat edaran, jadi ada dasar hukumnya. Apalagi Pak Gubernur Sumsel, Herman Deru, sudah menyatakan daerah harus bisa berinovasi, jangan kaku soal penanganan sampah,” jelasnya.

Baca Juga :   Tak Mendapat Izin di GSJ, Ronaldinho Tour 2019 Dipindahkan ke GBK

Sementara, Camat Kota Lahat, Zubhan Awali STTP MSi mengatakan, dengan adanya dana kelurahan sekitar Rp 800 juta dari pusat, untuk membuat Badan Usaha Milik Kelurahan (BUMK). Pihaknya menyarankan agar tiap kelurahan, bisa membentuk bank sampah. Karena selain bisa mengurangi volume sampah, juga bisa menghasilkan nilai ekonomis bagi warga.

“Teknisnya warga tinggal mengumpulkan sampah yang telah dipilah, yang bernilai ekonomis bisa dijual ke bank sampah kelurahan. Jadi yang dibuang, hanya sampah tidak bernilai ekonomis saja,” kata Zubhan. (heru).

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

About Heru Senovlan

Avatar

Check Also

Maksimalkan Layanan Kesehatan RSUD, Bupati OKI Resmikan Unit Hemodialisis

Kayuagung, Detik Sumsel-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung terus meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *