Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel
Kuliah Iftitah Fakultas Syariah dan Hukum UIN Raden Fatah Palembang.

Kuliah Iftitah, Fakultas Syariah dan Hukum UIN RF Bahas Sinergitas Penegakan Hukum

Palembang, Detik Sumsel- Penegakan hukum di negeri ini kini menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, hukum tempat pencari keadilan dinilai tumpul ke atas dan tajam ke bawah.

Hal inilah yang menjadi dasar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Raden Fatah (RF) menggambil tema Sinergitas Penegakan Hukum di negara Pancasila pada kuliah ifititah (kuliah umum) Mahasiswa Baru tahun 2017 di Akademik Center UIN RF, Selasa (29/8).

“Karena mahasiswa ini merupakan calon penegak hukum. Sehingga perlu pemahaman bagaimana sinergitas penegakan hukum. Apalagi, lulusan nanti adalah sarjana hukum plus, karena tidak hanya memahami hukum Islam tapi juga hukum positif,” kata Dekan Syariah dan Hukum UIN RF, Prof Dr Romli SA MAg saat memberikan sambutan.

Baca Juga :   Mau Cepat Ngomong Inggris, Yuk Belajar di Indonesia Brain Academy Lanal Palembang

Hadir dalam kuliah umum tersebut, kedua narasumber, Ketua Pengadilan Tinggi Palembang Ohan Burhanudin P. SH., MH, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Drs. H Mahrum M. Noor, MH, Wakil Rektor I, Dr Ismail Sukardi, Wakil Rektor II, Dr Zainal Burlian, Wakil Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, para dosen, perwakilan dari Polresta Palembang, Kodim Palembang, Koordinator KY Sumsel, dan ratusan mahasiswa baru.

Narasumber Ohan Burhanudin P. SH., MH dalam pemaparannya menerangkan, mekaniame gugatan sederhana melalui Reformasi Hukum dalam mempercepat Sengketa Bisnis.

“Hukum lahir dari suatu dimensi sosial yang bertujuan untuk menciptakan ketertiban, keamanan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat,” katanya.

Baca Juga :   Luncurkan Motor Pintar, Nandriani Berharap Mampu Ringankan Beban Masyarakat

Sementara itu, Drs. H Mahrum M. Noor, MH dalam pemaparannya menyoroti penyebab kekecewaan masyarakat tehadap penegakan hukum karena sumberdaya manusia (SDM). Masih ada SDM penegak hukum yang masih terkesan tidak profesional dan dipertanyakan tanggung jawabnya.

“Perguruan Tinggi sebagai produsen Sarjana Hukum seyogyanya ikut bertanggung jawab atas keadaan ini. Tentunya melalui Tri Darma Perguruan Tinggi, yakni pengajaran, penelitian dan pengabdian,” pungkasnya.

Dalam kegiatan yang dipandu Moderator Pimred DetikSumsel.Com, Abdul Malik MH tersebut, mahasiswa baru sangat antusias terlihat dari banyaknya mahasiswa yang bertanya. (Wira) 

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC
Lakukan Penukaran Uang

About Red

Avatar

Check Also

Berbagi Ilmu dan Pengalaman Penulisan Artikel Ilmiah

Ogan Ilir, Detik Sumsel- Pandemi Covid-19 tidak menghalangi (associate) Prof. Dr. Hartati, M.Kes., untuk tetap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *