Iklan
Pemprov
Panca Hadi Suryatno Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 7 Sumbagsel memberi sambutan saat silahturahmi dengan awak Media se Sumbagsel.F:Poetra/Detik Sumsel
Panca Hadi Suryatno Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 7 Sumbagsel memberi sambutan saat silahturahmi dengan awak Media se Sumbagsel.F:Poetra/Detik Sumsel

Kredit Macet Turun, Kinerja Perbankan Sumsel Membaik

Palembang, Detik Sumsel,- Kinerja industri jasa keuangan bank di Sumsel terus menunjukkan perbaikan. Itu nampak dari angka NPL yang bergerak turun sementara indikator kinerja lainya terus membaik.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 7 Sumbagsel Panca Hadi Suryatno, tren perbaikan kinerja perbankan sudah nampak sejak akhir tahun lalu. Meski bisnis bank sempat mendapatkan rintangan dari nilai tukar yang terus terdepresiasi, namun bank masih mampu menerapkan setrategi jitu untuk mendongkrak kinerja.

Kinerja industri perbankan di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) berada di jalur positif. Hingga Juli 2018 aset tumbuh 6,02 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, dengan share 3,21 terhadap nasional.

Panca Hadi Suryatno mengatakan, di periode yang sama, Sumbagsel juga mencatatkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 8,78 persen dan kredit 8,52 persen.

“DPK terus tumbuh dari Rp70 triliun menjadi Rp77,14 triliun. Dari komposisi tersebut produk dana murah masih mendominasi baik tabungan maupun giro. Artinya secara porsi masih sangat bagus karena dana murah jauh lebih besar artinya cost perbankan lebih ringan,” terang Panca saat acara media gathering di Bogor beberapa waktu lalu.

Menurut Panca yang paling menjadi acuan baiknya kinerja perbankan adalah turunya rasio kredit bermasalah dari 3,69 menjadi 3,52. Meski kecil namun setidaknya perbankan bisa terus mempertahankan tren penurunan NPL. Paling tidak sampai akhir rahun bisa terus dipangkas dibawah 3 persen.

“Secara umum kinerja industri keuangan di Sumbagsel tumbuh positif. Untuk DPK masi didominasi dana murah giro dan tabungan sebesesar 65,51 persen, dan sisanya deposito,” terang Panca.

Dibeberkannya, sektor penyaluran kredit saat masih terfokus pada sektor produktif yakni modal kerja dan investasi sebesar 58,34 persen dan sisanya konsumtif.

Terkait rasio kredit macet, Panca menambahkan, saat ini Sumbagsel berada di tren menurun yakni 2,86 persen dan tetap di bawah 5 persen. Sementara, fungsi intermediasi perbankan cukup optimal dengan LDR berada di 110,01 persen. (vot)
H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Baca Juga :   Ratusan Relawan Sumsel Berangkat untuk Putihkan GBK Besok

Check Also

Tingkatkan Layanan Kantor Pos Buka 24 Jam

Palembang, Detik Sumsel – Terhitung sejak awal Juni 2021 kemarin, kantor pos Merdeka operasional selama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *